Lamongan (beritajatim.com) – Memiliki anak yang berprestasi adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi orangtua. Tidak terkecuali putri dari penjual sayur di Lamongan yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Putri dari penjual sayur ini bernama Dinar Asheila (15), siswi SMP Negeri 1 Deket. Dinar mampu meraih rangking pertama dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Nilai rata-rata mata pelajaran yang diraihnya yakni 92,72 dari 12 mata pelajaran yang diujikan dengan total 1112,75.
Nilai yang diraih oleh Dinar itu terbilang sangat memuaskan. Dia mampu mengungguli ratusan lulusan lainnya di sekolah tempatnya belajar. Atas prestasi yang diraihnya, Dinar mengaku bersyukur, senang, sekaligus terharu.
“Senang dan terharu karena ternyata bisa menjadi lulusan terbaik meski hanya anak seorang penjual sayur di desa,” ujar Dinar Asheila, didampingi ibunya, Suci Alinda, Minggu (25/6/2023).
Tentu, prestasi yang diraih oleh Dinar ini juga tak lepas dari ketekunan dan keuletannya dalam belajar. Meski dalam kesehariannya dia harus membantu orang tuanya berjualan sayur dan lauk pauk di toko kelontong rumahnya, namun tekad dan semangatnya untuk menjadi yang terbaik tak pernah padam.
“Belajar lebih keras dan setiap waktu, sambil ikhlas membantu orang tua berjualan di rumah,” kata Dinar.

Dinar mengatakan bahwa membantu ibunya untuk menjaga toko kelontong yang berada di depan rumahnya sudah menjadi rutinitas wajib yang harus ia lakoni sepulang sekolah. Pasalnya, toko kecil itu menjadi penopang utama perekonomian keluarganya.
Lebih jauh, ungkap Dinar, rutinitas dalam membantu ibunya di toko ini sudah dilakukannya sejak dulu. Bahkan, dia harus rela mengurangi waktu bermain dengan teman sebayanya. Hal itu semata-mata dilakukan agar ibunya tak kewalahan dalam menjalankan usahanya.
Selain itu, kondisi bapak Dinar juga tak memungkinkan lantaran tengah menderita sakit dalam beberapa tahun terakhir ini. “Rutinitas sepulang sekolah biasanya membantu ibu menjaga toko yang sudah saya lakukan sejak dulu,” tandasnya.
Dinar meyakini, doa dan ridho dari orangtua itu sangat penting. Dia juga menyebut, prestasi yang berhasil ia capai di sekolahnya itu berkat doa dan perjuangan orang tua yang selama ini telah mengasuh dan membimbingnya dengan tulus.
Oleh sebab itu, saat pertama kali Dinar mengetahui jika dirinya berhasil menjadi lulusan terbaik, orang yang pertama kali dia ucapkan terimakasih adalah ibunya. Menurutnya, ibunya adalah sosok terbaik yang sudah berjuang dan membanting tulang demi bisa membiayai sekolahnya.
Saat ditanya mengenai cita-cita, Dinar berkata jika dirinya sangat ingin menjadi seorang guru Matematika, karena selama ini Matematika adalah mata pelajaran yang sangat ia gemari sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Terima kasih kepada kedua orang tua saya, terutama ibu yang harus banting tulang untuk biaya saya sekolah,” tambah Dinar sambil menangis haru.
Dalam kesempatan yang sama, Suci Alinda, Ibu Dinar mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh anaknya. Suci menyebut, prestasi ini menjadi kado terindah bagi dirinya.

Awalnya, Suci tak menyangka, anaknya bisa menjadi lulusan terbaik di SMP Negeri 1 Deket. Suci sangat terharu saat mendengar nama anaknya dinobatkan sebagai lulusan terbaik ranking pertama dengan hasil yang sangat memuaskan saat acara kelulusan sekolah berlangsung.
“Sebagai orang tua, saya bangga karena kerja keras dan ketekunan belajar anak saya ternyata membuahkan hasil sebagai lulusan terbaik,” ungkap sang ibu, Suci Alinda.
Suci juga menceritakan bahwa sejak 8 tahun lalu, ia harus banting tulang sendirian karena ayah Dinar sakit. Oleh sebab itulah, Suci selalu dibantu oleh Dinar dalam menjalankan aktivitasnya. Semua itu dilakukan agar kebutuhan perekonomian keluarga tetap tercukupi.
“Ayahnya sudah 8 tahun sakit, sehingga saya banting tulang sendirian dibantu Dinar untuk berjualan sayur di toko pracangan (kelontong),” tambahnya.
BACA JUGA:
Petunjuk Desa Sima dan Sejarah Kerajaan di Lamongan
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Deket, Hengki Sudijono membenarkan bahwa Dinar adalah lulusan terbaik di sekolahnya. Dinar menjadi lulusan terbaik dari 232 siswa yang lulus dari SMPN 1 Deket pada tahun ini.
Hengki sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Dinar. Bagi Hengki, Dinar merupakan anak yang cerdas dan rajin sejak duduk di bangku kelas 7. Hengki berharap, Dinar bisa terus berprestasi dan mampu meraih cita-citanya kelak di kemudian hari.
“Iya. Dinar memang siswi berprestasi sejak di kelas 7, bahkan semangat belajar Dinar juga cukup tinggi. Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan. Apa yang dicita-citakanya bisa terwujud,” beber Hengki. [riq/but]






