Surabaya (beritajatim.com)- Kecanduan gadget pada anak-anak menjadi masalah serius yang perlu diatasi. Melihat fenomena ini, acara Panggung Aksi Dumas hadir sebagai inisiatif positif untuk mengalihkan minat anak-anak dari layar gadget ke kegiatan yang lebih kreatif dan produktif.
Syaiful Bachri dari Komnas Perlindungan Anak Surabaya mengapresiasi acara ini. Menurutnya, angka penggunaan gadget di kalangan anak usia dini cukup mengkhawatirkan.
“Saya melihat bahwa acara-acara seperti ini patut diapresiasi, mengingat hampir separuh anak usia dini di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, telah menggunakan handphone dan mengakses internet. Pada tahun 2022, sekitar 33,44% anak usia dini menggunakan handphone, dan 24,96% di antaranya memiliki akses internet,” kata Syaiful Bachri
Ditambahkan fenomena kecanduan gadget di kalangan anak-anak semakin meningkat, dengan laporan dari RS Jiwa Menur Surabaya menunjukkan kenaikan sebesar 20%. Dampak negatifnya termasuk keengganan bersekolah dan keterlibatan dalam perilaku negatif, seperti bermain game online secara berlebihan.”
“Dengan adanya Panggung Aksi Dumas, kita berharap anak-anak dapat menyalurkan energi dan kreativitas mereka secara positif,” ujarnya.
Acara Panggung Dumas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak-anak. Selain menyalurkan bakat, Panggung Aksi Dumas juga menjadi wadah bagi orang tua untuk lebih dekat dengan anak-anak mereka.
Alvin Indrawan, Brand Manager Snackit Marshmallow Kino Indonesia, menyatakan sangat antusias dengan kolaborasi ini.
“Panggung Aksi Dumas adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia khususnya untuk anak-anak yang kurang beruntung. Melalui acara ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk berekspresi dan menemukan minat serta bakat yang terpendam walaupun ditengah keterbatasan” kata Alvin.

Melalui Panggung Aksi Dumas, yang merupakan rangkaian dari The Rising Kids 2024, program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi anak-anak, khususnya di SD Dumas, untuk berekspresi, berkembang, dan membangun kepercayaan diri apapun latar belakangnya.
“Setiap anak memiliki karakteristik unik yang terus berkembang seiring bertambahnya usia. Lingkungan dan dukungan orang tua berperan sangat penting dalam membentuk kepribadian dan potensi mereka. Dengan menjadikan SD Dumas Surabaya sebagai pusat kegiatan Panggung Aksi Dumas 2024, kami menyadari bahwa masih banyak anak di sini yang membutuhkan wadah untuk mengekspresikan dirinya. Melalui kolaborasi dengan The Rising Kids 2024, kami berharap dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berprestasi,” ujar Tabitha Neema Christy, S.Psi, Founder Wepose Surabaya.
Sebagai informasi, kegiatan The Rising Kids 2024 telah dimulai dari bulan Agustus lalu, dengan melibatkan 30 sekolah dasar di wilayah Surabaya. The Rising Kids 2024 ini bertujuan agar anak-anak dapat mengeksplorasi kreativitas dan mengekspresikan emosi secara positif. Kegiatan kreatif membantu anak-anak mengurangi stres, meningkatkan harga diri, dan mengembangkan keterampilan sosial. Kreativitas juga bisa menjadi cara sehat untuk mengelola emosi kuat, dibandingkan menyalurkannya melalui agresivitas.
Agresivitas pada anak dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial mereka, seperti kesulitan dalam menjalin hubungan dan menyelesaikan konflik. Dukungan orang tua dan lingkungan sangat penting. Orang tua perlu mengajarkan cara mengelola emosi dengan baik, memberi contoh positif, dan memberikan umpan balik yang konstruktif agar anak tumbuh percaya diri dan mampu bersosialisasi.
Panggung Aksi Dumas Sebagai Wadah Anak-Anak untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri serta Bebas Berekspresi
Acara ini sukses diikuti oleh 150 siswa-siswi SD Dumas Surabaya, dengan menampilkan 7 kreativitas siswa-siswi SD Dumas, antara lain: tari tradisional remo, kreasi tari wonderland, vokal tunggal, baca puisi, kreasi tari manuk dadali, silat, dan dance pramuka. Pemenang dari Panggung Aksi Dumas akan menunjukkan bakatnya di ajang Grand Final The Rising Kids pada 8 September 2024.
Jesica Christanty, Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak yang turut hadir saat acara menegaskan sangat bangga dapat membantu anak-anak di SD Dumas meningkatkan kepercayaan diri dan mengekspresikan diri mereka.
“Panggung Aksi Dumas membuktikan bahwa kreativitas anak-anak layak diapresiasi, serta pentingnya kritik serta masukan yang membangun agar mereka dapat memupuk kepercayaan diri untuk masa depan mereka. Selain itu, tingginya antusiasme dari anak-anak dan warga sekitar yang menyaksikan penampilan ini menjadi ajang yang menarik sekaligus hiburan yang mengesankan,” tutupnya. (ipl/ted)






