Ponorogo (Beritajatim.com) – Satuan Samapta Polres Ponorogo kembali melakukan razia anak punk yang sering berkeliaran di traffic light di bumi reyog. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 10 anak punk.
Mereka diamankan dari dua lokasi trafic light, yakni di perempatan Jenes dan perempatan Dengok. Tidak hanya laki-laki, dua di antara 10 anak punk tersebut berjenis kelamin perempuan.
“Kita amankan 10 anak punk, dimana dua di antaranya adalah perempuan,” kata Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy Suyono, Minggu (19/12/2021).
Kesepuluh anak punk yang terjaring razia ini, semua berasal dari luar kota Ponorogo. Mereka ada yang berasal dari Ngawi, Madiun, Kediri, Jombang, Tulungagung dan Karanganyar Jawa Tengah.
AKP Edy menyebut razia anak punk ini, berawal dari informasi dari masyarakat. Warga memberitahukan bahwa adanya segerombolan anak punk yang ngamen. Selain itu juga meminta-minta uang kepada pengguna jalan di perempatan Jenes dan perempatan Dengok Ponorogo.
“Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas tipiring Sat Samapta Polres Ponorogo menuju lokasi dan mengamankan 10 anak Punk tersebut. Lalu mereka dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk dilakukan pendataan identitas,” ungkapnya.
AKP Edy mengungkapkan usai dilakukan pendataan, anak punk laki-laki dirapikan rambutnya oleh petugas. Kemudian diberikan pengarahan dan pembinaan oleh petugas.
“Dirapikan rambutnya ini dimaksudkan untuk menghilangkan karakter anak punknya. Kemudian kami berikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.
Selain pembinaan dari petugas Sat Samapta, anak punk laki-laki juga akan menerima pembinaan rohani selama 3 hari di Masjid Baitul Abdillah Dusun Gading Desa Campur Sari Kecamatan Sambit. Sementara untuk dua anak punk perempuan diantarkan naik bus untuk pulang ke rumah masing-masing. Yakni di Mojoroto Kediri dan Campurdarat Tulungagung.

“Sat Samapta Polres Ponorogo bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitul Abdillan untuk memberikan pembinaan rohani selama 3 hari kepada anak-anak punk tersebut. Dan untuk 2 anak perempuan diantarkan naik bus untuk pulang kerumah masing- masing,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada bulan Oktober lalu, Satuan Samapta Polres Ponorogo juga menggelar razia terhadap anak punk. Tercatat oleh polisi, ada 11 anak punk yang berhasil diamankan di tiga lokasi. Yakni di perempatan Mlilir, perempatan Tambakbayan dan perempatan terminal Selo Aji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Kemudian, mereka dibawa ke Mapolres Ponorogo untuk diberi pembinaan. Selain itu rambutnya digunduli supaya lebih rapi. Rencananya mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Ada 11 anak punk yang kami jaring. Terdiri dari 8 orang laki-laki dan 3 perempuan,” kata Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy Suyono, Sabtu (23/10/2021).
Edy mengungkapkan bahwa para anak punk yang terjaring kali ini masih dibawah umur semua. Razia anak punk ini digelar dalam rangka Operasi Bina Kusuma Semeru 2021. Dilaksanakannya operasi ini berguna untuk menekan terjadinya gangguan Kamtibmas. Seperti premanisme, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Razia anak punk ini dalam rangka operasi Bina Kusuma Semeru 2021,” ungkap Edy. [end/but]






