Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dituding sebagai pemecah belah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Selain itu Airlangga juga dituduh sebagai calon presiden odong-odong.
Tudingan itu disampaikan eks Ketua Umum (KNPI), Haris Pertama. Dalam petikan video yang beredar, Haris Pertama dengan lantang akan melakukan apa yang ia sebut sebagai ‘serangan balik’ kepada Airlangga Hartarto. “Saya ingatkan kepada pemecah belah KNPI, calon presiden odong-odong untuk siap-siap menerima serangan balik,” kata Haris dalam potongan video tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”airlangga-hartarto”]
Video tersebut membuat Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Surabaya, Achmad Thufeil Effendi bersuara. Dia mengecam keras pernyataan Haris yang menyebut Airlangga Hartarto sebagai pemecah belah KNPI.
Menurut Tufeil, Haris sama sekali tidak memperhatikan etika saat membuat pernyataan. Dia pun menilai Haris perlu belajar etika politik. “Kalau ingin belajar etika politik, silakan datang ke AMPG Surabaya. Nanti kita ajari fatsun politik dan politik asyik ala kami dengan rokok kretek dan secangkir kopi tidak lupa menemani,” kata Thufeil, Sabtu (30/7/2022).
Thufeil menilai tudingan terhadap Airlangga tidak berdasar. Dia menilai itu sebagai upaya melemahkan pencalonan presiden Airlangga. Thufeil menegaskan ia akan semkain solid mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres karena Airlangga adalah simbol Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.
“Kalaupun memang niat melemahkan cita-cita mulia dari Ketum Airlangga, justru kami berterima kasih karena kami semakin solid untuk mengusung Airlangga Hartarto menjadi capres,” tegas alumnus Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga tersebut. [asg/suf]






