Apa makna Pancasila bagi anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka? “Pancasila penting, tapi bukan jargon. Pancasila sebetulnya adalah ilmu amaliah. Pancasila sebetulnya adalah pengamalan ilmu pengetahuan. Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan,” katanya.
Rieke berharap pemahaman ini benar-benar membumi di kampus. “Sehingga kampus tidak hanya melahirkan orang dengan jabatan akademik.Tapi bagaimana kampus, khususnya Universitas Jember, saya percaya di sini akan lahir pejuang-pejuang republik yang memperjuangkan dengan pengetahuan luar biasa,” katanya.
Rieke sempat berkunjung ke Universitas Jember, Kamis (8/12/2022) kemarin. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa parlemen tengah memperjuangkan dua rencana peraturan pemerintah, termasuk soal keamanan data negara.
“Data itu penting. Di balik angka dan data negara ada nasib dan nyawa jutaan rakyat yang dipertaruhkan. Sudah masuk era desentralisasi dan otonomi daerah, kami memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa untuk memperjuangkan pengesahan RPP sistem penyelenggaraan pemerintah daerah berbasis data desa dan kelurahan presisis,” kata Rieke.
Selain itu parlemen memperjuangkan pengesahan RPP Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. “Di situ ada amanat jelas harus ada peraturan pemerintah tentang kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan yang berpedoman pada ideologi Pancasila,” kata Rieke.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pancasila”]
“Maksudnya bukan hapal Pancasila, tapi bagaimana Pancasila dengan ilmu pengetahuan bisa mengakhiri kemiskinan dan kebodohan, serta bisa mewujudkan kesejahteraan sosial secara pasti, terencana, tepat sasaran, terukur,” kata Rieke.
Menurut Rieke, penelitian-penelitian di kampus-kampus seluruh Indonesia sebenarnya bagus. “Negara tidak usah pusing. Jadikan kampus sebagai think tank negara. Maka akan lahir kebijakan-kebijakan yang berbasis pada kondisi dan kebutuhan riil masyarakat,” katanya. [wir/but]






