Pasuruan (beritajatim.com) – Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Pasuruan kerap tak sesuai usulan. Kondisi ini terjadi hampir setiap tahun, sehingga petani kesulitan mendapatkan pupuk.
Seperti halnya para petani di Desa Kedemungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Setiap musim panen tiba, warga selalu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di setiap gapoktan di wilayahnya.
Akibatnya, para petani yang tak mendapatkan pupuk akan menunggu hingga mendapat jatah pupuk. Mereka pun sampai terpaksa membiarkan sawah atau lahannya menganggur.
“Setiap musim panen, para petani selalu kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Sudah pupuknya sulit didapat harganya juga sangat mahal, pupuk urea itu dijual sekitar Rp140 ribu sampai Rp150 ribu. Sedangkan pupuk NPK itu mahal lagi sampai Rp300 ribu sampai Rp350 ribu,” jelas Yusuf salah seorang petani, Kamis (14/12/2023).
Yusuf juga mengatakan bahwa tak semua petani bisa membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak. Sehingga banyak petani yang memilih pasrah dan membiarkan lahannya tidak terpakai.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan melalui analis sarana dan prasarana, Irwan Eko membenarkan hal tersebut. Pihaknya selalu mengakui bahwa setiap tahunnya para petani selalu kesulitan dalam mendapatkan pupuk subsidi.
Hal ini dikarenakan distribusi dari pemerintah pusat sangat terbatas dan hanya dialokasikan tidak seperti usulan yang diberikan. Pada tahun 2023 saja, Dinas Pertanian mengusulkan 32.946 ton pupuk urea dan 38.760 ton pupuk NPK.
Namun usulannya ini tak diberikan secara utuh, bahkan pada pupuk NPK hanya sekitar 45 persen dari usulan tersebut. Pada tahun 2023 ini Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan hanya mendapatkan alokasi pupuk sebesar 32.488 ton pupuk urea dan 17.654 ton pupuk NPK.
“Kalau pupuk langkah itu kurang tepat tapi yang sebenarnya itu pupuk subsidi kurang. Ini karena alokasindari pemerintah pusat tak diberikan seperti usulan yang disampaikan,” kata Irwan.
Irwan juga mengatakan bahwa selama ini, para petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi memakai alternatif lainnya. Salah satunya dengan menggunakan bahan organik, sehingga para petani tidak terlalu bergantung dengan pemerintah. [ada/beq]






