Surabaya (beritajatim.com) – Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) kota Surabaya tahun 2019 membahas perihal dana kelurahan yang diatur dalam Undang Undang No 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Terkait hal itu, Pemkot diminta untuk mengalokasikan dana kelurahan di APBD.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan, dana kelurahan adalah dana yang digunakan untuk sarana prasarana di wilayah kelurahan dan untuk memperdayakan masyarakat di lingkungan kelurahan. “Besarannya adalah lima persen dikalikan APBD dikurangi DAK (Dana Alokasi Khusus) dan ditambah DAU, dari APBN,” ucap Reni.
Politisi perempuan dari fraksi PKS ini menjelaskan, dana kelurahan sudah dialokasikan pada tahun-tahun sebelumnya. Besarannya hampir sama dengan rumusan undang undang 23 Tahun 2014. “Cuma yang membedakan tahun ini adalah, ada tambahan dari DAU senilai Rp 54 milliar dan dibagi kesemua kelurahan yang ada di Surabaya,” imbuhnya.
Lebih lanjut Reni menambahkan, terkait munculnya Permendagri baru. Yaitu Permendagri 130 tentang anggaran kecamatan. Kali ini, yang membedakan adalah bahwa dana kelurahan oleh aturan Permendagri diminta untuk dilaksanakan di kecamatan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-surabaya”]
“Jadi kalau nanti pemasangan paving, bangun saluran, itu bukan dinas lagi. Tapi anggaran di kecamatan yang melaksanakan kelurahan, sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) harus kelurahan. Karena ini masa transisi, pemkot mengambil kebijaka PAK 2019 ini untuk dana kelurahan dan kecamatan yang diambil dari DAU Rp 54 milliar,” ungkapnya.
Masih menurut mantan anggota Komisi D DPRD Surabaya ini, dana kelurahan yang bersumber dari APBD nilainya lebih besar hampir Rp 3 milliar per kelurahan. Transisi dari dinas ke lurah, kemudian proses lelang, untuk persiapan kerjasama dengan pihak ketiga dan lain sebagainya masih disiapkan terkait SDM-nya.
“Maka untuk tahapan ini yang dipakai dahulu yang ditaruh di kelurahan adalah dari DAU senilai Rp 54 milliar itu. Sehingga, perkiraannya per kecamatan Rp 54 M dibagi 31 kecamatan, sekitar Rp 350 juta dan dibagi lagi di kelurahan,” bebernya. [ifw/suf]






