Blitar (beritajatim.com) – Candi Gambar Wetan di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar menyimpan banyak cerita. Salah satunya adalah kisah Ramayana yang tergambar pada relief bangunan Candi Gambar Wetan.
Cerita Ramayana dalam Candi Gambar Wetan ini terlihat jelas dari relief burung Jatayu yang terpasang di dinding. Burung Jatayu ini merupakan utusan dari Rama ke Dewi Sinta.
Tergambar dalam relief tersebut burung Jatayu sedang duduk menghadap dua wanita. Kuat dugaan dua wanita tersebut adalah Dewi Sinta dan sang dayang.
“Cerita atau kisah Ramayana ini terdapat pada bangunan pertama Candi Gambar Wetan ini, karena kan Gambar Wetan ini memiliki 4 bagian candi, jadi yang pertama itu tergambar cerita soal Ramayana,” kata Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah XI, Nugroho Harjo Lukito, Kamis (4/1/2024).
Selain kisah Ramayana, di Candi Gambar Wetan juga tergambar cerita lain yakni Bubuksah Gagang Aking. Diketahui Bubuksah Gagang Aking merupakan kisah yang bercerita tentang dua pendeta dengan karakter berbeda yakni baik dan buruk.
“Untuk di bangunan kedua itu terdapat kisah Bubuksah Gagang Aking yang cukup lengkap,” imbuhnya.
Selanjutnya ada relief yang bertemakan fabel atau bercerita tentang hewan. Relief ini menggambarkan antara kerbau dan buaya. Kedua hewan tersebut menggambarkan kelicikan, atau istilahnya air susu dibalas dengan air tuba. Kerbau ingin membantu buaya tetapi buaya mengkhianati kerbau dengan melukainya.
“Kemudian pada candi tiga (induk) terdapat relief dengan kearifan lokal. Relief ini bercerita tentang kehidupan masyarakat saat itu yang dominan sekali dengan aktivitasnya sebagai petani,” kata Nugroho.
Pada relief ini diceritakan tentang bagaimana tata cara, maupun tahapan dalam kegiatan bertani. Mulai dari bercocok tanam, menghadapi tantangan hama (hewan liar dikejar dan ular), dan kegiatan setelah panen. Seperti menimbun atau menyimpan padi di lumbung dan proses menanak nasi.
Selain itu, dalam relief itu juga disisipkan cerita romantisme pasangan dalam kehidupan sehari-hari. Ada adegan berkelahi bersitegang atau cek cok dengan pasangan, hingga adegan vulgar juga digambarkan.
“Ada juga cerita Panji pada batur candi, dipahatkan cerita Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji yang datang dengan penuh romansa dan kebahagiaan di sini. Jadi ada beberapa cerita pada Candi Gambar Wetan ini,” tutupnya. [owi/aje]






