Jombang (beritajatim.com) – Aliansi Inklusi Jombang menyoroti kasus video mesra oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Jumat (23/8/2024). Aliansi ini mengajak masyarakat Jombang untuk terus mengawal kasus yang menyita perhatian publik itu.
Aliansi Inklusi Jombang menilai pejabat di Disdikbud sebagai pelaksana dan pembuatan kebijakan di daerah telah mengalami degradasi moralitas. “Oleh sebab itu kami mengecam tindakan amoral yang dilakukan dua pejabat tersebut,” kata Furqon, juru biacara Aliansi Inklusi Jombang.
Aliansi juga menyayangkan lambannya sikap Pj Bupati Jombang terhadap tindakan amoral
dan cenderung menormalisasi pelanggaran Etik berat yang dilakukan oleh dua anak buahnya tersebut.
“Mendesak pemerintah daerah Kabupaten Jombang meningkatkan fungsi pemantauan dan pengawasan kinerja penyelenggara pendidikan sesuai kode etik profesi pendidik yang menjunjung tinggi norma agama dan akhlak,” lanjutnya.
Bukan itu saja, aliansi juga mendesak Pemkab Jombang serius dan komitmen merespon urgensi masuknya kurikulum Pendidikan Hak Kesehatan Seksual Reproduksi untuk memberikan layanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi yang inklusif, setara, non diskriminasi dan aman.
Hal itu demi kelangsungan kemajuanmutu pendidikan baik secara fisik, psikologis, seksual maupun sosial. “Kami mengajak seluruh masyarakat Jombang turut serta mengawal kasus amoral yang dilakukan pejabat Disdikbud Jombang an dijatuhi sanksi seberat-beratnya,” pungkasnya.
Melalui pernyataan itu, lanjut Furqon, Aliansi Inklusi Jombang menegaskan sebagai wadah gerakan masyarakat sipil dan anak muda akan terus mengadvokasi ruang aman bagi remaja dan anak muda untuk menikmati Hak Kesehatan seksual dan reproduksinya dalam masyarakat yang berkeadilan gender.
Diberitakan sebelumnya, video viral berisi dua oknum pejabat Disdikbud Jombang sedang bermesaraan di ruang kerja. Video tersebut diduga diambil di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.
Rekaman CCTV itu tertanggal 30 Juli 2024 dengan durasi 4 menit 18 detik. Satu video lagi dengan waktu berbeda durasinya 2 menit 19 detik. Dalam video tersebut menunjukkan seorang pria dan wanita berpakaian dinas warna coklat.
Keduanya tampak bermesraan, berpegangan tangan, berpelukan, beberapa kali. Wanita berjilbab itu kemudian keluar ruangan, namun tak lama berselang masuk lagi.
Dalam video itu juga terlihat pria duduk di sofa ruangan. Si wanita juga duduk. Selanjutnya, pria tersebut menarik wanita dan membenamkannya di dada si pria. Video lainnya, sejoli tersebut mengenakan seragam warna putih. Lagi-lagi mereka bermesraan di ruangan tersebut. [suf]






