HARI-HARI Alexander Isak sejak sepekan terakhir tidak berjalan tenang seperti tiga tahun sebelumnya. Itu dipicu bergabungnya Viktor Gyokeres ke Arsenal. Di atas kertas, Gyokeres bisa meningkatkan kualitas Premier League. Tetapi, di mata Isak, Gyokeres bak pedang bermata dua.
Ya, Isak dan Gyokeres adalah rekan setim di timnas Swedia. Sumbangan gol bagi Blagult–julukan Swedia–juga mirip. Isak dengan 16 gol dan Gyokeres 15 gol.
Tetapi, Gyokeres melakukannya hanya dalam 26 caps. Isak? Dua kali lipatnya. Secara implisit, statistik tersebut menyiratkan bahwa Gyokeres lebih efektif daripada Isak.
Musim ini, di level klub, Gyokeres kembali mengancam Isak. Bahkan, kini mereka head to head langsung di Premier League. Apalagi, Arsenal dan Newcastle United juga bersaing di papan atas.
“Gyokeres dan Isak punya karakter yang berbeda. Mereka sama-sama striker kelas dunia. Tetapi, menurutku Isak striker terbaik Premier League saat ini,” ujar pelatih Swedia Jon Dahl Tomasson dikutip Tribal Football.
Ucapan mantan striker AC Milan itu dibuktikan dengan 27 gol dan 6 assist musim lalu. Sejak berkostum Newcastle musim 2022–2023, Isak mengemas 62 gol dan 11 assist dari 109 laga. Statistik yang membuktikan bahwa adaptasi di kasta tertinggi persepakbolaan Inggris bukan masalah baginya.
Statistik Gyokeres jauh lebih dahsyat. Musim lalu dia mencetak 54 gol dan 13 assist hanya dari 52 laga. Total, dia melesakkan 97 gol dan 28 assist dari 102 laga. Dari segi mana pun, Gyokeres jauh melebihi Isak.
Tetapi, Gyokeres belum teruji di Premier League. Lebih jauh, striker 27 tahun itu belum pernah merasakan tampil di lima liga elite benua biru. Ketika berkostum Brighton & Hove Albion pada 2018-2021, dia belum sempat merasakan atmosfer Premier League. Gyokeres malah tampil di Premier League 2.
Selama ini, laga head to head di antara mereka hanya terjadi sekali saja. Itu pun di level U-19 ketika IF Brommapojkarna vs AIK di Allsvenskan Norra 10 tahun silam. Hasilnya? Brommapojkarna yang diperkuat Gyokeres menang 2-1.
“Kekalahan” lainnya bagi Isak dari Gyokeres juga terlihat ketika mereka tampil bersama di Swedia. Total, ada 12 laga. Isak mengemas 6 gol dan 4 assist. Sedangkan Gyokeres, lagi-lagi, jauh lebih baik dengan 12 gol dan 4 assist.
Terlepas dari “kekalahan” Isak, Swedia justru bahagia. Dua striker itu terbukti bisa dimainkan bersamaan. Modal sempurna bagi Tomasson untuk meracik taktik terbaik demi misi lolos Piala Dunia tahun depan.
Hanya, Isak sebenarnya telah memperlihatkan ketidaksukaannya dengan Gyokeres sejak dua tahun lalu. Kala itu dilansir laman resmi Premier League, dia mengabaikan Gyokeres untuk lima pemain terbaik yang pernah bermain dengannya. Isak memilih Zlatan Ibrahimovic, David Silva, Kieran Trippier, Nick Pope, dan dirinya sendiri. Intrik kecil di antara mereka bisa muncul via momen-momen kecil seperti itu.
Keresahan Isak dengan kehadiran Gyokeres ke Arsenal sangat mungkin juga jadi faktor dia ingin pergi dari Newcastle menuju Liverpool FC. Secara tidak langsung, dia ingin lebih baik dari Gyokeres dari segala aspek. Termasuk titel secara tim. Ya, LFC diyakini masih akan bersaing dengan Arsenal di Premier League seperti musim lalu.
“Mencetak gol untuk Arsenal akan sangat ajaib. Sensasinya luar biasa,” ujar Gyokeres.
Pernyataan itu sekaligus jadi ancaman bagi Isak bahwa Gyokeres berpotensi mengganggu perburuan top scorer Premier League musim ini. Yang harus dilakukan Isak cukup simpel, entah itu masih bertahan di Newcastle atau hengkang ke LFC; konsistensi mencetak dua digit gol seperti musim lalu. (dio)






