Magetan (beritajatim.com) – Alasan ingin mendapatkan pengalaman spiritual berbeda disampaikan oleh jemaah yang mengikuti tarawih 30 juz Alquran di Ponpes Al Fatah di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.
Memang, pesantren ini rutin menggelar salat tarawih 30 juz saat bulan Ramadhan selama 10 tahun terakhir. Berbeda dengan salat tarawih yang selesai pukul 19.45 atau pukul 20.00, tarawih di ponpes tersebut bisa selesai menjelang sahur.
Jika dimulai pukul 19.00 WIB, bakal selesai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari atau sekitar delapan jam. Bacaan surat Alquran tak hanya diambil dari satu atau dua juz, melainkan 30 juz. Total 23 rakaat dengan salat witir.
Muhammad Samsudin, salah seorang jemaah mengaku tak ada persiapan khusus untuk mengikuti tarawih 30 juz itu. Santri asal Palembang itu mengaku baru pertama kali ikut. “Tidak ada persiapan khusus. Kalau capek ya nanti istirahat. Saya pengen tahu, kemampuan saya sampai di mana. Yang penting ikhlas,” kata Samsudin.
Jemaahnya tak hanya santri, tapi termasuk warga dari luar ponpes. Tak hanya dari Magetan, tapi ada pula yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Banten. Ada pula yang berasal dari mancanegara.
“Tarawih ini rutin dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan. Kadang 25 orang, dan bisa bertambah terus. Bagi santri, kegiatan ini tidak wajib. Bagi yang ingin ikut dipersilakan,” terangnya.
Diminati Jemaah Luar Negeri
Tradisi shalat tarawih semalam suntuk di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semakin diminati. Tahun 2024 ini, jumlah jamaah shalat tarawih terlama yang mencapai 8 jam dengan bacaan 30 juz Alquran khatam dalam semalam itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ustadz Barly Musaddad, salah satu pengasuh Ponpes Al-Fatah Temboro, mengatakan bahwa jumlah jamaah salat tarawih terlama tahun ini mencapai 40-50 orang per kelompok. Sebelumnya, jumlahnya hanya sekitar 20 orang.
Tak hanya jamaah asal Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, namun juga jamaah asal luar negeri seperti Malaysia juga datang ke Temboro. “Jamaah datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri seperti Malaysia. Katanya tahun depan mau ke sini lagi, bawa rombongan sampai 100 orang,” kata Ustadz Barly.
Tradisi shalat tarawih semalam suntuk di Ponpes Al-Fatah Temboro sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Awalnya, tradisi ini hanya diikuti oleh beberapa jamaah saja, namun kini sudah diikuti oleh ratusan jamaah.
Salat tarawih semalam suntuk di Ponpes Al-Fatah Temboro menjadi daya tarik bagi umat Islam untuk merasakan pengalaman spiritual yang berbeda. Tradisi ini terus berkembang dan menarik minat jamaah dari berbagai daerah, bahkan luar negeri. [fiq/suf]






