Gresik (beritajatim.com) – Aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Gresik masih marak. Alap-alap motor kian berani melancarkan aksinya tanpa melihat waktu maupun tempat. Dalam aksinya, mereka mampu menggondol motor dengan hitungan detik.
Fenomena tersebut diakui oleh jajaran Satreskrim Polres Gresik. Berbagai laporan curanmor dari masyarakat pun telah dianalisa. Hasilnya, aparat penegak hukum mengantongi sejumlah identitas para pelaku.
“Soal curanmor kami sudah mengantongi pelaku yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujar Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Minggu (16/06/2023).
Polres Gresik menerjunkan tim khusus untuk melakukan perburuan. Termasuk, berkoordinasi dengan masing-masing Polsek untuk melakukan razia kendaraan secara berkala.
“Ruang pelaku sudah kami persempit termasuk gerak-geriknya, agar tidak melarikan diri,” kata Aldhino.
Alumnus Akpol 2015 itu juga menjelaskan bahwa modus para pelaku terbilang identik. Mulai dari memanfaatkan kelengahan korban, beraksi di wilayah yang sepi, termasuk berbagi tugas antar komplotan.
“Modusnya diawali dengan mengamati keadaan. Jika menjumpai orang tak dikenal sedang mondar-mandir di sekitar lokasi, masyarakat patut untuk lebih waspada,” paparnya.
Sebelumnya, bandit curanmor bersaksi di kawasan indekos Jalan Ibrahim Zahir, Kecamatan Kebomas. Dua motor baru yang belum genap sebulan berhasil digondol maling. “Sekitar pukul 4.00 WIB di hari,” ujar salah satu korban, Arahuna Tedi.
BACA JUGA:
Bapak Bunuh Anak Kandung di Gresik, Begini Hasil Tes Kejiwaannya
Pria 25 tahun tahun itu baru menyadari motornya raib saat hendak berangkat kerja. Padahal, dia biasa memarkir motor di halaman lantai bawah indekos. Peristiwa tersebut membuatnya merugi hingga Rp 19 juta.
“Saya sudah melaporkan ke pihak berwajib. Semoga pelaku segera ditangkap sebagai efek jera,” pungkas Arahuna Tedi. [dny/but]






