Mojokerto (beritajatim.com) – Benteng penyelamat di jalur turunan Sendi-Pacet di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (7/7/2024) diperbaiki.
Sebanyak 100 karung berisi sekam disiapkan untuk ditambahkan dan mengganti karung sekam yang mengalami kerusakan.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam mengatakan, perbaikan benteng penyelamat dilakukan oleh relawan tergabung dalam FPRB Kabupaten Mojokerto yang di support oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
“Sasaran perbaikan dilakukan di 2 titik yakni, rest area AMD dan tikungan Gotekan. Jalur turunan di Desa Pacet itu selama ini memang rawan kecelakaan akibat rem blong, ada sekitar 100 karung sak mengalami kerusakan dan diganti dengan yang baru. Selain itu juga dilakukan penataan ulang,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi jalur penyelamat tersebut harus diperbaiki setelah sekian kali dihantam kendaraan yang mengalami rem blong saat melintas di jalur turunan tersebut. Sementara di benteng penyelamat Gotean ada perubahan, awalnyabdimajukan 3 meter untuk mengantisipasi jika terjadi rem blong.
“Tujuannya agar kendaraan tidak menembus jalur penyelamat, namun saat ini dimundurkan sekitar 1 meter dan tumpukan karung dengan tinggi 1,7 meter disatukan dengan lapis depan dan lapis kedua,” jelasnya.
Sebelumnya, Relawan se-Mojokerto menambah 1.500 karung berisi sekam di dua titik rawan kecelakaan di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (5/4/2024). Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko fatalitas korban kecelakaan akibat rem blong.
Ribuan karung berisi sekam tersebut ditambah untuk memperbarui benteng penyelamat di dua titik lokasi di Desa Pacet. Yakni rest area AMD dan benteng penyelamat tikungan Gotekan. Puluhan relawan terlibat dalam penambahan ratusan karung berisi sekam tersebut. [tin/ted]







