Malang (beritajatim.com) – Seniman peran Mukmin Ahmad (44), menggelar teatrikal Tragedi Kanjuruhan di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (12/8/2023) petang ini.
Ahmad yang juga pentolan Malang Performance Art Community itu, melakukan aksi teatrikal dengan menggambar jejak tubuhnya sendiri. Jejak tubuh bertinta putih itu, menggambarkan bergelimpangan mayat ketika tragedi kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
“Sudah melakukan aksi di depan balai Kota Malang dan Stadion Kanjuruhan sore ini. Sempat juga kita gelar teatrikal di depan kantor Arema FC namun dilarang,” tegas Ahmad.
Ahmad mengaku, penanganan peristiwa Tragedi Kanjuruhan ia anggap belum selesai. “Perkara tragedi Kanjuruhan ini belum selesai. Makanya kita coba mereplikasi tragedi kanjuruhan pada 1 Oktober itu,” ujarnya.
Ahmad bilang, karya gambar ditanah yang ia praktekkan dengan teatrikal, merupakan simbol dari banyaknya mayat mayat yang bergelimpangan ketika tragedi Kanjuruhan. Menurut Ahmad, tragedi Kanjuruhan seperti kejadian di Liverpool tahun 1980 silam.
“Tragedi Liverpool itu baru selesai di tahun 2020 lalu. Artinya butuh 30 tahun untuk menyelesaikannya. Polisi akhirnya meminta maaf atas kejadian itu. Nah, harapan saya bisa seperti itu. Ada yang bertanggung jawab dalam peristiwa tragedi Kanjuruhan ini,” terang Ahmad.
Ahmad menambahkan, aksi teatrikal seorang diri dibantu perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan, bertema “Merawat Ingatan”. “Kenapa merawat ingatan, karena beberapa hari terakhir ini Arema kan ulang tahun. Bagi saya ini kok memprihatinkan, disaat pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan belum jelas kok tiba tiba ada yang merayakan ulang tahun Arema itu,” pungkas Ahmad. (yog/kun)
BACA JUGA: Bawa Misi Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Midun Kayuh Sepeda Keranda Menolak Lupa






