Blitar (beritajatim.com) – Aksi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PC Blitar ternyata membuat rencana pertemuan peternak ayam petelur dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka batal terlaksana. Padahal, sebelumnya perwakilan peternak ayam petelur rakyat telah diundang oleh tim Wapres Gibran untuk berbincang-bincang soal industri unggas di Blitar.
Namun rencana pertemuan itu gagal setelah beberapa mahasiswa PMII PC Blitar berusaha membentangkan poster saat Gibran hendak masuk ke tempat pertemuan yakni di Rumah Makan Bu Mamik, Kota Blitar. Aksi protes itu pun membuat para peternak ayam petelur di Blitar hanya bisa menyampaikan unek-uneknya kepada tim Wapres Gibran.

“Pada saat kunjungan kemarin sebenarnya ini informasi dari rekan kita yang dulu namanya sempat santer terkenal secara nasional yakni pak Suroto, kemarin ternyata juga dipanggil oleh tim pak Gibran di salah satu rumah makan, cuman karena gara-gara aksi teman-teman PMII itu beliaunya gagal bertemu dengan pak Gibran secara langsung,” ucap Suryono, peternak ayam petelur Blitar sekaligus anggota PPRN (Peternak Ayam Petelur Rakyat Nasional), Sabtu (21/06/2025).
Meski tidak bisa bertemu langsung, peternak ayam petelur Blitar tetap bisa menyampaikan unek-uneknya kepada tim Wapres Gibran. Unek-unek yang disampaikan ini pun berkaitan dengan kondisi industri peternakan ayam petelur di Blitar yang sedang tidak baik-baik saja.
“Tapi diterima oleh tim ring satunya pak Gibran untuk menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.
Kunjungan kerja Wapres Gibran di Blitar beberapa hari yang lalu memang diwarnai dengan aksi penghalauan terhadap 3 anggota PMII PC Blitar. Ketiga mahasiswa ini dihalau oleh petugas Paspampres karena hendak membentangkan poster berisi kritikan kepada Gibran.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin pun angkat bicara soal insiden penghalauan 3 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) oleh Paspampres Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka pada Rabu (18/06/2025). Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu pun menyayangkan aksi yang dilakukan oleh 3 PMII tersebut.
“Jadi semestinya kita menghargai tamu yang datang, siapapun itu, dan kami sangat menyayangkan ya atas sikap adek-adek ini,” ungkap Mas Ibin, Kamis (19/06/2025)
Mas Ibin sebenarnya mempersilakan para mahasiswa termasuk PMII menyampaikan aspirasinya. Namun penyampaian aspirasi tersebut harus sesuai dengan prosedur yang ada.
“Sebenarnya gimana lagi negara ini kan negara demokratis, bebas menyampaikan aspirasi boleh-boleh tapi cara-caranya harus diperhatikan,” tegasnya.
Menurut Mas Ibin cara penyampaian kritik ke 3 anggota PMII Blitar itu seperti cari perhatian. Dari pandangan Mas Ibin, ketiga anggota PMII itu seperti tidak mengerti soal substansi dari kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran.
“Jadi seolah-olah jadi caper (cari perhatian) itu loh, caper dan tidak tahu substansinya gitu loh, kalau seorang pejabat negara datang ke suatu wilayah itu kan mereka mesti mengecek wilayah itu program-programnya jalan atau tidak, terus apa yang perlu ditingkatkan apa yang perlu dibangun. Itu penting bagi suatu daerah,” imbuhnya.
Mas Ibin pun menyindir penyampaian kritik 3 anggota PMII tersebut. Orang nomor satu di Kota Blitar itu pun mengimbau agar aksi ini tidak diulangi oleh para mahasiswa.
“Istilahnya itu sesuatu yang kita idam-idamkan kita inginkan dirusak oleh oknum-oknum yang hanya mementingkan egonya untuk menyampaikan gagasan, pikiran dengan cara mencari perhatian seperti itu,” tegas Mas Ibin.
Bahkan, Mas Ibin merasa malu atas sikap 3 anggota PMII Blitar tersebut. Ia pun meminta agar kejadian ini tidak terulang kembali.
“Saya sebagai senior yang dulu pernah jadi aktivis malulah saya, disampaikan kalau menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik tidak dengan cara cari perhatian seperti itu,” tandasnya. (owi/but)






