Bojonegoro (beritajatim.com) – Fenomena menarik terjadi di tepian Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Bojonegoro. Ratusan warga tampak tumpah ruah di sepanjang aliran sungai membawa alat pancing, seser, dan tombak untuk menangkap ikan munggut atau mabok akibat naiknya muka air, Kamis (23/10/2025).
Pemandangan itu terlihat mulai dari Bendung Gerak Desa Padang, Kecamatan Trucuk, hingga ke wilayah hilir. Air sungai yang meningkat dan keruh membuat ikan-ikan berenang ke tepian. Arus air membawa tumbuhan liar, ranting, serta sampah yang mengalir dari hulu sungai.
“Setiap air naik ikan-ikan munggut dan ke tepian,” ujar Heni, warga Desa Ngablak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Momen seperti ini disebut warga sebagai pesta ikan munggut, karena ikan yang mabuk mudah ditangkap dan jumlahnya sangat melimpah. Jenis ikan yang muncul pun beragam, mulai dari rengkik, gloso, areng, bader, jambal, hingga ikan garingan dengan ukuran kecil hingga besar.
Sebagian warga memilih memasak hasil tangkapan mereka untuk lauk sendiri, sementara lainnya langsung menjualnya ke pasar sekitar. “Saat munggut (ikan mabuk) ini merupakan pesta warga tepian sungai,” tambah Heni.
Fenomena ikan munggut biasanya terjadi saat debit air Bengawan Solo naik secara tiba-tiba setelah hujan deras di wilayah hulu. Air yang keruh dan kadar oksigen rendah membuat ikan lemas dan naik ke permukaan, sehingga mudah ditangkap. Kondisi ini sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh warga di bantaran sungai. [lus/beq]






