Mojokerto (beritajatim.com) – Megaproyek Jalan Empu Nala sepanjang 2,3 kilometer di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sudah mulai dimanfaatkan masyarakat. Peningkatan jalan dengan nilai kontrak mencapai Rp101,4 miliar berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut masuk jalan kelas tiga.
Pelebaran Jalan Empu Nala membawa dampak positif diantaranya adanya peningkatan indeks infrastruktur daerah hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Peningkatan jalan protokol tersebut bertujuan untuk mengungkit perekonomian masyarakat.
Dengan lebar jalan rata-rata menjadi 17 meter, maka membuka peluang warga untuk berusaha. Yakni dengan banyaknya pedagang angkringan yang berjualan di sepanjang Jalan Empu Nala saat malam hari. Tercatat ada sebanyak 53 angkringan milik warga berjajar di sepanjang Jalan Empu Nala sisi selatan dan utara.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perakim) Kota Mojokerto menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Infrastruktur Jalan/Trotoar di Jalan Empu Nala. Sosialisasi digelar di Pendopo Sabha Kridhatama, Kota Mojokerto, Rabu (22/11/2023).
Sosialisasi dihadiri masyarakat di tiga kelurahan di sepanjang Jalan Empu Nala. Yakni Kelurahan Kedundung, Magersari dan Balongsari serta ketiga Camat tersebut. Juga hadir Kepala PUPR Perakim Kota Mojokerto, Nara Nupiksaning Utama dan Camat Magersari, Ary Setiawan.
Beragam masukan dari masyarakat disampaikan kepada Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Diantaranya, permintaan pendataan ulang pedagang angkringan, permintaan penetapan jadwal pasti operasional angkringan sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan hak pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, warga sekitar Jalan Empu Nala ikut serta melindungi fasilitas umum agar tetap terjaga dengan baik dan sesuai peruntukannya. “Inilah gunanya sosialisasi, untuk mendapatkan satu persepsi yang sama terhadap apa yang kita bangun sampai saat ini,” ungkapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga meminta saran dan urun rembuk dari warga sehingga Jalan Empu Nala khususnya trotoar bisa lebih bermanfaat lagi bagi pertumbuhan ekonomi tanpa mengganggu dan mengurangi hak-hak sejumlah pihak. Ini lantaran pihaknya banyak mendapat keluhan dari masyarakat.
“Ada aduan soal itu di aplikasi Curhat Ning Ita, seperti kerusakan keramik, ketidaknyaman dan hak pejalan kaki akibat keberadaan angkringan, karena itu kita ajak warga untuk ikut bersama-sama menjaga. Karena personil Satpol PP kita terbatas untuk terus stand by dan berjaga-jaga di lokasi,” ujarnya.
Selain mengajak untuk menjaga fasilitas di sepanjang Jalan Empu Nala, Ning Ita (sapaan akrab, red) juga meminta para pedagang angkringan untuk tidak menggunakan seluruh trotoar jalan. Ning Ita berharap geliat ekonomi terus tumbuh namun kawasan tetap terjaga untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Mohon tetap diberikan jalan untuk masyarakat yang ingin berjalan di trotoar, karena sejatinya trotoar itu merupakan hak dari pejalan kaki. Sehingga tidak merusak infrastruktur pembangunan yang telah diupayakan oleh Pemkot Mojokerto,” harapnya.
Ning Ita menjelaskan, jika tahun 2022 Indeks Infrastruktur Kota Mojokerto mencapai angka 88,03. Indeks Infrastruktur sendiri ialah satu komponen City Development Index (CDI) yang menilai kinerja kota berdasarkan persentase rumah tangga yang memiliki akses pada fasilitas-fasilitas mendasar ini.
Sementara itu, Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Nara Nupiksaning Utomo mengatakan, pada tahun 2022 lalu, Pemkot Mojokerto telah melaksanakan proyek peningkatan Jalan Empu Nala untuk mempermudah akses masuk menuju Kota Mojokerto. “Tahun ini DPUPR Perakim kembali melaksanakan pembangunan,” tambahnya.
Yakni landskap taman, pemasangan tempat duduk, lampu hias dan ornamen penunjang dari ujung timur hingga barat Jalan Empu Nala. Proyek tersebut, lanjut Nara, dikebut dan laksanakan hingga akhir tahun 2023 ini dengan tujuan untuk mempercantik Jalan Empu Nala agar semakin menarik lebih banyak lagi pengunjung untuk masuk ke Kota Mojokerto.
“Karena Jalan Empu Nala ini adalah akses masuk yang menghubungkan antara jalan provinsi dengan Kota Mojokerto. Makanya terus kita prioritaskan untuk pelaksanaan pembangunannya. Perbaikan-perbaikan infrastruktur yang disampaikan dalam forum masih dalam proses pengerjaan rekanan,” urainya.
Terkait aspirasi masyarakat dalam Sosialisasi Pemanfaatan Infrastruktur Jalan/Trotoar di Jalan Empu Nala, ada beberapa yang tidak bisa dilakukan direalisasikan. Pasalnya, proyek tersebut baru selesai Desember 2023 sehingga masih dalam proses pengerjaan. [tin/adv]







