Surabaya (beritajatim.com) – Mempekerjakan seorang Asisten Rumah Tangga (ART) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT) sekarang menjadi kebutuhan sebagian keluarga yang tidak bisa dihindarkan. Apalagi dengan posisi dalam keluarga yang sama-sama bekerja dan sudah memiliki anak.
Kurangnya waktu luang untuk mengurus keperluan keluarga ini menjadikan PRT sebagai satu solusi yang dapat diambil. Namun tahukah kamu, disamping manfaatnya, mempekerjakan seorang PRT bukannya tanpa resiko. Mengingat sektor yang harus dikerjakannya bersinggungan langsung dengan regulasi rumah tangga yang dibangun bersama.
Selayaknya sifat dasar manusia segala sesuatu harus direncanakan dengan baik. Hal ini bisa mengindarkan kita dari akibat yang tidak diinginkan di masa depan. Begitu halnya dalam memilih seorang PRT, kita harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum melakukannya. Simak beberapa tips berikut ini agar bisa memilih PRT dengan bijak.
1. Kapan kita butuh PRT?
Sebuah keluarga sebaiknya memperkerjakan PRT apabila sudah dirasa tidak ada waktu luang yang cukup untuk mengurus keperluan keluarga. Terkadang kerjaan dan aktivitas yang menyita banyak waktu menjadi faktor paling utama berkurangnya perhatian yang diberikan dalam keluarga. Maka dengan adanya PRT anggota keluarga bisa memberikan fokus waktunya untuk hal-hal yang dirasa lebih diutamakan, seperti bekerja dan memperhatikan tumbuh kembang anak.
Bukan hanya itu, kita juga harus mempertimbangkan kesiapan secara finansial dan non materil. Seperti halnya memiliki karyawan, PRT juga harus digaji dan dipenuhi hak-haknya sebagai pekerja. Begitu pula mengingat sebuah keluarga akan membebankan tanggungjawab amanah yang besar kepada PRT.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Korea”]
2. Alasan mengapa kita harus berhati-hati memilih ART
Sifat kehati-hatian masuk dalam lima sifat besar kepribadian, itu artinya kita dituntut berhati-hati dalam melakukan dan mengambil sebuah keputusan. Termasuk dalam hal memilih PRT.
Memasukkan orang asing dalam lingkungan keluarga tentu memiliki resiko yang besar. Kita tidak bisa mengontrol secara langsung kepribadian seseorang, bahkan meskipun sudah melakukan seleksi yang ketat tindakan penyelewengan bisa saja terjadi.
Sudah terjadi beberapa kasus pidana ataupun perdata yang melibatkan oknum PRT, seperti penculikan anak, pencurian, dan kasus terbaru yang sedang hangat diperbincangkan oleh warganet ialah penipuan sertifikat tanah senilai 17 Miliar yang menimpa Aktris kondang Nirina Zubir.
3. Tips memilih PRT
Agar terhindar dari oknum PRT yang disebut di poin 3 maka hendaknya kita memilih PRT secara selektif.
– Pertama, bisa dipercaya. Pastikan kamu mendapat calon PRT dari sumber penyalur yang dapat dibenarkan, seperti dari keluarga, yayasan, atau distributor pekerja resmi. Pastikan juga kamu mengetahui daftar riwayat hidup serta track record-nya selama bekerja di tempat sebelumnya.
– kedua, lakukan wawancara. Seperti penerimaan pekerja pada umumnya, kamu juga harus mewawancarai calon PRT secara tatap muka. Dari sini kamu bisa mengetahui bagaimana karakter, cara menyelesaikan masalah, dan latar belakang yang dimilikinya.
– ketiga, beri PRT tes singkat. Selama memberikan tes coba kamu amati bagaimana ia berucap atau berinteraksi dengan anak. Amati juga bahasa tubuh yang diperlihatkan ketika merespon sesuatu atau sekadar menjawab pertanyaanmu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tips”]
4. Beri PRT batasan dan pengawasan dalam pekerjaanya
Psikolog keluarga dan anak, Sani B Hermawan, mengatakan sebaiknya memberikan daftar pekerjaan kepada PRT dengan kadar yang sewajarnya. Berikan jobdisk berupa hal-hal yang bersifat teknis, seperti menyiapkan kebutuhan sekolah anak, memasak, dan bersih-bersih rumah.
Kemudian batasi akses PRT keluar-masuk ruangan yang bersifat privasi di rumah, seperti kamar tidur utama atau ruangan kerja.
Meskipun lelah bekerja dan sibuk seharian di luar rumah, tetap sempatkan waktu untuk mengontrol hasil kerja PRT. Dan jika sudah memiliki anak, usahakan orangtualah yang menjadi tempat pembelajaran utama anak. Karena anak akan meniru perilaku orang-orang yang ada di sekiranya.
5. Beri pengertian dan bersikap sewajarnya kepada PRT
Hubungan PRT dengan pemilik rumah tidak sesederhana perkara karyawan dengan majikan saja. Apa yang dikerjakan PRT sangat berdampak langsung hasilnya terhadap majikan. Maka perlakukan PRT seperti pekerja pada umumnya yang juga memiliki hak untuk ditunaikan.
Berikan pula pengertian yang baik agar saling mengerti kondisi satu sama lain. Seperti ketika menyampaikan kriteria pekerjaan yang harus dilakukan.
Seperti umumnya sebab-akibat, fenoma kebutuhan PRT bagi keluarga juga harus diwarnai dengan sikap kehati-hatian. Pastikan kamu sudah mempertimbangkan hal-hal di atas sebelum memilih PRT agar berjalan dengan baik. (Kai/ian)






