Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) melepas mahasiswa untuk mengikuti 4 skema program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2023. Total ada ratusan mahasiswa yang mengikuti program ini baik inbound maupun outbond.
Peserta MBKM mendapat Rekognisi sebanyak 20 SKS. Hal tersebut karena selama menjalani program mahasiswa telah memakan waktu sebanyak 900 jam yang jika di rekognisi sama dengan 20 sks. Terkait mata kuliah disesuaikan dengan kebijakan fakultas
4 skema MBKM meliputi Kampus Mengajar angkatan (KM) angkatan 6, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 3, Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) 5, Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM) angkatan 2. Wakil Rektor Bidang I Unisma, Prof. Junaidi Mistar Ph.d., menjelaskan bahwa KM diikuti sebanyak 58 mahasiswa.
“Kemudian ada PMM outbound sejumlah 29 mahasiswa yang tersebar di 14 perguruan tinggi. MSIB angkatan kelima ada 33 mahasiswa tersebar di 18 institusi mitra. Kegiatan AWMM di Universitas Brawijaya sejumlah 62 mahasiswa dan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Pens 1 mahasiswa. Unisma juga akan menerima 99 mahasiswa Inbound selama satu semester,” kata Prof Jun.
BACA JUGA:
Unisma Buka Prodi Baru Administrasi Rumah Sakit, Kuota 50 Mahasiswa
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan program strategis MBKM. Kepada dosen yang terpilih dalam 4 skema diharapkan dapat membimbing dengan baik agar mahasiswa produktivitas.
“Anak-anak sekalian untuk membawa nama besar kampus Unisma. Kalian menjadi duta Unisma di sekolah, perguruan tinggi, atau di perusahaan dan institusi terkait. Tunjukkan bahwa kalian memiliki profesionalitas dengan tanggung jawab tinggi, bekerja cepat, tepat, dan akurat,” ujar Prof Maskuri.
BACA JUGA:
FEB Unisma Datangkan Pakar dari Malaysia
Prof. Maskuri menghimbau agar menunjukkan punya akhlak karimah yang baik. Bisa dilihat dari sisi sikap dan perilaku terkait dengan moralitas dan akhlakul karimah. Mahasiswa perlu menjadi partner menjadi dan mentor di tempat mengikuti MBKM.
“Nanti pengalaman, hasil temuan, atau ide berkaitan dengan program MBKM bisa dibuat menjadi opini. Itu dalam rangka untuk agar kita ingat bahwa di situ pernah membuat atau terlibat program,” ungkap Rektor. [dan/beq]






