Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah konsumen mengeluhkan motor mereka rusak usai melakukan pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pesanggaran, Banyuwangi. Motor warga tersendat-sendat saat berjalan dan macet.
Usai diperiksa, hasilnya mengejutkan. Warga menguras isi BBM dalam tangki ternyata diduga telah bercampur dengan air.
Kondisi itu terlihat dari potongan video warga yang viral di sejumlah laman media sosial dan pesan berantai melalui Whatsapp. Dalam video itu menunjukkan, warga sedang menguras tangki BBM motornya yang diduga beracampur air.
Dalam rekaman itu terlihat jelas, warna cairan dalam tangki mirip dengan air tawar. Bahkan, warga lainnya menunjukkan hasil kurasan tangki yang berisi air di dalam botol.
Disisi lain, warga memperlihatkan sejumlah motor di bengkel yang mengalami gejala kerusakan yang sama usai mengisi BBM di SPBU tersebut.
Usai kejadian yang viral itu, Kepolisian dari Polsek Pesanggaran bergerak cepat dengan melakukan penghentian sementara operasional SPBU tersebut. Hal itu dilakukan guna memberikan waktu untuk melakukan penyelidikan.
“Ini dalam rangka penyelidikan yang kita lakukan terkait dugaan BBM bercampur air yang dijual oleh pihak SPBU,” ungkap Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi, Rabu (31/8/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”spbu”]
Basori menyebut, pihaknya mendapat laporan sekitar petang. Saat itu didapati sejumlah warga yang mengeluhkan tentang BBM bercampur air
“Kok bisa BBM bercampur air, apakah tangki penampungannya bocor atau pasokannya,” jelasnya.
Hingga kini, pihaknya tengah memastikan kebenaran informasi tersebut sembari melakukan penyelidikan lebib lanjut.
Pihak PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus saat dikonfirmasi terkait temuan BBM berisi air ini menyebutkan jika kasus ini serupa dengan yang pernah terjadi di Tangki penampungan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Bogor kemasukan air pada awal tahun 2020 lalu.
“Kemungkinan ada masalah maintenance di tangki pendam SPBU tersebut sehingga rembesan air masuk kedalam tangki timbun. Faktor penyebabnya bisa juga karena ada hujan deras sehingga air merembes masuk ke tangki pendam,” beber Section Head Communication and Relations PT Pertamina Jatimbalinus, Arya Yusa Dwi Candra, saat dikonfirmasi.
Ditambahkan jika memang ada kandungan air yang berasal dari tangki SPBU maka pihak SPBU akan bertanggung jawab atas kejadian tak terduga yang mengakibatkan mesin menjadi rusak.
“Yang pasti tentunya tak ada kesengajaan dari SPBU untuk melakukannya,” tegasnya.
Berkaca dari kasus SPBU Cileungsi, maka manajemen SPBU akan menganti semua kerusakan kendaraan konsumennya. (rin/rea/ted)






