Banyuwangi (beritajatim.com) – Hingga kini sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi masih belum terjadi hujan. Meski, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai turun pada bulan ini (November).
Namun, prediksi itu berubah di luar perkiraan. Prakirawan BMKG Banyuwangi Rizky P Hartiwi menyebut, musim penghujan di Banyuwangi diprediksi mundur.
Pihaknya memperkirakan, hujan secara keseluruhan akan berlangsung mulai Desember. Meskipun, saat ini sejumlah kecamatan telah mengawali musim tersebut. Misalnya Kecamatan Genteng, Sempu, dan Kalibaru.
“Kalau keseluruhan, di Banyuwangi masuk musim penghujan pada Desember awal,” ungkapnya.
Baca Juga: Polres Bojonegoro Tak Lagi Selidiki Perampokan Emas Seberat 1 Kg di Sukosewu
Akan tetapi, El Nino turut berdampak pada mundurnya musim penghujan. El nino menyebabkan musim panas terjadi berkepanjangan.
Sementara puncak musim penghujan diprediksi akan berlangsung pada Januari hingga Februari tahun mendatang.
Melihat kondisi itu, Pemkab Banyuwangi mulai bersiap untuk mengambil langkah antisipasi. Pasalnya, ada beberapa titik di Banyuwangi yang rawan banjir.
Baca Juga: Laporan Perkara di Polres Bojonegoro Menumpuk di Meja, Minim Penyelesaian
Musim hujan, biasanya menyebabkan dampak banjir dan genangan di Banyuwangi. Sehingga perlu adanya persiapan dan langkah untuk mengantisipasinya.
“Pemkab juga telah menyiapkan cross cutting di berbagai titik. Menyiagakan petugas 24 jam di pintu air, dam dan bendungan. Termasuk menyiagakan alat berat di titik rawan banjir,” jelas Sekretaris Daerah Mujiono. (rin/ian)






