Ponorogo (beritajatim.com) – Masih ada 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani pemasungan di bumi reyog. Untuk mengebut kabupaten zero pasung, Pemkab Ponorogo lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bakal maraton melakukan bebas pasung untuk 15 ODGJ tersebut. Dinkes menarget bulan Juni mendatang akan membebaskan 15 ODGJ itu dari pemasungan.
“Dalam rangka menunjang program 99 hari kerja bapak Bupati Ponorogo, dimana akan dideklarasikan kabupaten zero pasung. Maka membuat kita bekerja secara maraton sebelum 6 Juni, untuk pelepasannya,” kata Kepala Dinkes Ponorogo, drg. Rahayu Kusdarini usai melakukan pelepasan pasung bersama Bupati Sugiri Sancoko di Dusun Wotan Desa Ngumpul Kecamatan Balong Ponorogo, Jumat (28/5/2021).
Irin sapaan karib Rahayu Kusdarini mengungkapkan, dari 15 ODGJ yang masih dalam pemasungan, 7 diantaranya merupakan orang repasung. Artinya sebelumnya mereka sempat dilepaskan, namun kembali dipasung lagi. Sementara sisanya, 8 orang belum pernah dilepas dari pemasungan. Dia menyebut faktor tingginya aksi pemasungan ini, lantaran setelah dilepas di lingkungan, oara ODGJ ini kembali menunjukkan tabiat yang diklaim mengancam warga. Sehingga pihak keluarga mau tidak mau akhirnya memasung kembali.
[berita-terkait number=”4″ tag=”odgj”]
“Kita ambil contoh Edy Rohmat yang kita lepas hari ini, dia sudah pernah dilepas. Karena lambat minum obatnya, akhirnya dia gaduh gelisah lagi. Sehingga membuat keluarga memutuskan untuk dipasung lagi,” kata Irin sembari menyebut jika Edy Rohmat ini akan menjalani perawatan dua hari di RSUD dr. Harjono usai dilepas pasungnya.
Irin menjelaskan pembebasan 15 ODGJ dari pasungan nanti, terdiri dalam 3 kategori. Yakni dilepas yang berbasis masyarakat, dimana ODGJ itu dalam keadaan baik. Kemudian dilepas dan dilakukan perawatan dulu di RSUD dr. Harjono sebelum diberikan ke pihak keluarga. Dan yang terakhir, ODGJ dilepaa untuk dilakukan pengobatan di rumah sakit jiwa (RSJ) . Irin menyebut ada 3 RSJ yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Ponorogo, yakni RSJ di Surabaya, Solo dan Malang.
“Jadi ada yang dilepas langsung di rumah, ada yang menjalani perawatan dulu di RSUD, ada juga yang dilepas untuk menjalani pengobatan dan perawatan di RSJ,” pungkasnya.
Sementara itu, bupati Sugiri Sancoko menginginkan pada bulan Juni nanti, sudah tidak ada pasung di Ponorogo. Sehingga bumi reyog akan zero pasung. Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat, barang kali ada yang masih dipasung yang belum terdata, untuk melaporkan. Baik melapor ke kecamatan atau desa setempat. Pemkab akan menindaklanjuti dengan mendorong pengobatan untuk bisa disembuhkan dan bisa kembali di tengah-tengah masyarakat.
“Akan kami obati, sembuhkan dan dikembalikan ks masyarakat. Jika masih ragu, maka kami openi (rawat), hidupi dan muliakan selamanya. Masyarakat juga harus bertanggungjawab berpatisipasi dengan jangan mencibir mereka,” pungkasnya. (end/ted)






