Ponorogo (beritajatim.com) – Beredar video sekelompok pemuda yang konvoi dengan menggunakan celurit meresahkan warga Ponorogo. Gagah-gagahan yang dilakukan beberapa pemuda dengan membawa senjata tajam (sajam) itu, dilakukan di seputaran tempat wisata Telaga Ngebel.
Tak ingin membuat ketakutan di masyarakat, tim resmob Satreskrim Polres Ponorogo pun bergerak. Hingga akhirnya polisi berhasil mengamankan 6 pemuda yang terlibat konvoi petantang-petenteng menggunakan celurit tersebut.
“Tim resmob bergerak cepat untuk mengamankan 6 pemuda itu, setelah mengetahui adanya video yang meresahkan itu,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Perdana, Jumat (15/03/2024).
Dari 6 pemuda yang diamankan oleh petugas kepolisian itu, 5 diantaranya masih dibawah umur. Sementara 1 pelaku berinisial TJ, sudah berusia dewasa. Menurut Ryo, pemuda berinisial TJ yang petantang-petenteng memegang celurit dalam video tersebut. Mereka yang diamankan ini, tergabung dalam sebuah kelompok pemuda.
“Mereka dari Kecamatan Sukorejo, Babadan dan Ponorogo,” kata mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya itu.
Dari pengakuan beberapa pemuda itu, perilaku petantang-petenteng yang mereka lakukan sambil membawa celurit itu, hanya untuk gagah-gagahan. Mereka ingin eksistensi kelompok pemuda ini diakui oleh masyarakat.
Selain mengamankan para pemuda, polisi juga berhasil menyita sepeda motor, handphone, dan celurit yang digunakan dalam aksi tersebut.
“Penegakan hukum terhadap para pemuda ini sedang dalam proses. Hal ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Ponorogo,” pungkasnya. [end/beq]






