Jakarta (beritajatim.com) – Cawapres nomor urut 01, KH Ma\\\’ruf Amin, melakukan safari ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk bersilaturahmi sekaligus menguatkan komitmen kebangsaan.
Tempat yang dituju sebagai lokasi silaturahmi adalah Pondok Pesantren Al Masthuriyah di Cibolang Kaler, Cisaat, Sukabumi. Di sana, Kiai Ma\\\’ruf memenuhi undangan dari para ulama dan santri Nahdatul Ulama (NU) serta sejumlah tokoh masyarakat. Rencananya, para peserta acara akan datang juga dari Kota Sukabumi serta Kabupaten Cianjur.
Sebelumnya, pada 16 Desember lalu, Kiai Ma\\\’ruf juga bersilaturahmi dengan santri dan ulama di Serang, Banten. \\\”Inshaa Allah, Januari saya sudah fit total. Sekarang sudah lumayan. Bisa jalan ke pinggir-pinggir Jakarta,\\\” kata Kiai Maruf sambil tersenyum sebelum memasuki mobilnya.
Kiai Ma\\\’ruf mengakui dirinya juga punya misi khusus. Yakni memberi perspektif kepada masyarakat atas besarnya perhatian Pemerintahan Presiden Jokowi kepada masyarakat wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
\\\”Kita akan melakukan konsolidasi, dengan tujuan dalam rangka mengawal NKRI, menjaga kondusivitas keadaan terutama menghadapi 2019 sebagai tahun politik,\\\” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur dilakukan sangat masif. Yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi adalah tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I. Keluarnya di wilayah Cigombong. Pembangunan seksi II sedang dilaksanakan.
\\\”Jalan tol itu urat nadi Sukabumi. Kalau dulu bisa 5 jam ke Sukabumi. Sekarang kalau lancar bisa 2,5 jam dari Jakarta. Memang sekarang belum sampai Sukabumi langsung, tapi sudah dimulai\\\” ungkapnya.
Selain jalan tol, sedang dikerjakan juga jalur kereta api lajur ganda (double track) ke Sukabumi dan sekitarnya. Sementara sebuah lapangan terbang perintis di Sukabumi juga akan dibangun.
Menurutnya, semua pembangunan itu, pada ujungnya, akan memberi akses kemudahan bagi arus manusia dan barang dari dan ke wilayah itu.
\\\”Dampaknya akan tinggi sekali terhadap nilai ekonomi serta mewujudkan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,\\\” kata Pendiri Ponpes An Nawawi Tanara Banten itu.
\\\”Jadi Pemerintahan Pak Jokowi sebenarnya sangat memanjakan Sukabumi,\\\” tambahnya.
Bagi Kiai Ma\\\’ruf, memberi perspektif serta pemahaman yang benar mengenai hal itu menjadi penting. Apalagi di tengah banyaknya isu miring berbau hoaks dan kebencian yang disebar menyangkut Pemerintahan Jokowi.
\\\”Jangan karena isu miring, manfaat-manfaat yang diberikan Pemerintah jadi tak ditengok hanya karena terprovokasi. Warga Sukabumi sekitarnya harus melihat secara obyektif, berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada,\\\” pungkas Kiai Maruf yang juga ditemani istrinya, Wury Estu Handayani. [hen/suf]





