Malang (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban 1444 Hijriyah, para pedagang kambing dari luar kota mulai berdatangan ke Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Para pedagang kambing itu berasal dari kota Surabaya dan Sidoarjo. Mereka tiba untuk membeli kambing persiapan kurban. Selain dari Jawa Timur, permintaan tinggi hewan kurban dari Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading itu, juga diminati pasar Jawa Tengah. Pasalnya, hewan ternak kambing di Ampelgading, punya kualitas unggulan.
“Banyak pembeli dari luar kota mas. Untuk mendapatkan kambing-kambing bermutu dari sini, mereka rela menginap selama beberapa hari di desa kami,” ungkap Purnomo, Kepala Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Senin (5/6/2023).
Purnomo mengaku, untuk harga kambing kurban tahun ini ada peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. “Jika Idul Adha tahun sebelumnya harga jual kambing di Argoyuwono dikisaran Rp 4 juta per ekor. Sementara untuk tahun ini naik menjadi Rp 4,6 juta setip ekor,” tegasnya.
Purnomo menuturkan, kambing dari Desa Argoyuwono sudah banyak yang sudah terjual jauh sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha. Para pedagang itu melakukan transaksi jual beli langsung kepada para peternak di desa setempat. “Itu khusus di Desa Argoyuwono ya, untuk di desa yang lain saya tidak faham,” kata Purnomo.
Menurut dia yang peternak kambing sukses jenis etawa dan perbaikan etawa itu, untuk populasi kambing di wilayah Kecamatan Ampelgading saat ini mencapai sekitar 20.000 ekor.
Dari jumlah tersebut, sambung Purnomo, yang sudah terjual untuk persiapan hari raya kurban mencapai lebih dari 10.000 ekor. “Untuk kambing di Desa Argoyuwono saat ini sudah terjual cukup banyak,” bebernya.
Purnomo bahkan sudah menyiapkan pesanan 70 ekor kambing dan 8 ekor sapi.
Dia menambahkan, Kecamatan Ampelgading khususnya Desa Argoyuwono, merupakan salah satu wilayah sentra pembibitan ternak kambing Peranakan Etawah (PE) yang ditetapkan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Malang.
BACA JUGA:
Dekati Iduladha Stok Vaksin LSD di Blitar Kosong, Peternak Sapi Harus Beli Secara Komersial
Tingginya permintaan kambing hidup, lanjut Purnomo, harus diimbangi dengan peningkatan populasi kambing yang dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas kambing melalui program pemuliaan, perbaikan efisiensi reproduksi, perbaikan tatalaksana pemeliharaan dan perawatan sehingga perlu dilakukan penelitian tentang Indeks Produktivitas Induk kambing PE.
Sementara Indeks Produktivitas Indukan adalah, kemampuan seekor induk kambing PE untuk menghasilkan bobot anak kambing PE dalam kurun waktu 1 tahun lamanya. (yog/kun)






