Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini telah terjadi pergeseran ekonomi perilaku masyarakat yang dinavigasi oleh Covid-19. Less contact yang berbasis digital itu sudah menjadi arah dalam pergerakan masyarakat sekarang.
“Pertumbuhan sektor ekonomi digital, kini tengah menjadi fokus pemerintah karena dipercaya mampu mempercepat perekonomian nasional,” ujar Ketua Bidang IVBUM Forum Digital BUMN (Fordigi) Beatrix Santi Anugrah dalam Fordigi Goes to Campus Universitas Airlangga di Surabaya, Rabu (31/5/2023).
Dia beralasan, ekonomi digital dipercaya mampu membantu mempercepat akselerasi di sektor perekonomian nasional dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan dapat mencapai US$300 miliar di tahun 2030. Menurut Beatrix, untuk memastikan proyeksi nilai ekonomi dapat tercapai, Indonesia perlu melakukan akselerasi transformasi digital di segala aspek.
Adapun aspek tersebut meliputi integrasi teknologi digital pada semua area dan proses bisnis. Dalam mengakselerasi transformasi digital membutuhkan ekosistem yang harus dibentuk bersama-sama. Ekosistem ini yang akan mengintegrasikan kolaborasi dan menciptakan atmosfer kompetisi digital yang sehat dalam satu organisasi.
“Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan 9 juta digital talent untuk 15 tahun ke depan agar keberlangsungan ekosistem digital Indonesia terjadi,” katanya.
BACA JUGA: Jatim Penyumbang Perekonomian Terbesar Kedua Pulau Jawa
Oleh karena itu, lanjutnya, kegiatan Fordigi Goes to Campus ini yang program kerja dari Fordigi Bidang Ecosystem Development (Bidang IV) diharapkan dapat menjadi wadah bagi para insan mahasiswa untuk belajar memiliki pemahaman terkait kontekstual, tren, tantangan, serta potensi yang terdapat di era digital.
Sementara Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan SE., M.Si., M.Fin. yang menjadi keynote speaker hybrid seminar Fordigi turut menyampaikan adopsi digital yang berkembang di kampus.
Dia mengatakan saat ini, mahasiswa tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan digital. Fenomena digitalisasi ini semakin massif dengan hadirnya pandemi Covid-19. Pembelajaran sekejap menggunakan teknologi digital. Kuliah daring akan menjadi tren pembelajaran ke depan.
BACA JUGA: Wali Kota Optimis Perekonomian Mojokerto Tumbuh Positif
Madyan juga menyampaikan Univeritas Airlangga tengah membangun ARP (Airlangga Resource Plan) atau Perencanaan Sumber Daya Universitas Airlangga.
“ARP yang melingkupi sistem keuangan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pengadaan barang dan jasa. Arahnya adalah pengurangan penggunaan cash di unit maupun fakultas di Universitas Airlangga. Kita mengganti dengan cashless semuanya,” kata Prof Madyan. [hen/suf]






