Malang (beritajatim.com) – Bakal calon presiden Anies Baswedan berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muttaqin di Jalan Pendowo RT05/RW02, Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (24/5/2023). Anies tiba di ponpes bersama rombongan pada pukul 15.10 WIB.
Pada kunjungannya kali ini, Anies menghadiri kegiatan istigasah kubro dan pengajian umum yang diselenggarakan Ponpes Darul Muttaqin. Saat tiba di ponpes, Anies langsung mendapat sambutan yang meriah dari ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Para ibu-ibu yang mengenakan busana serba putih itu langsung mendekat, saat Anies berjalan dari pintu masuk menuju panggung yang berlokasi tepat di sebelah ponpes. Mereka tampak berebut untuk bersalaman, berfoto dan berselfie bersama Anies.
BACA JUGA:
Anies Baswedan Disambut Ribuan Jemaah Istigasah di Malang
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa kembali ke Kabupaten Malang ini. Sudah lama belum kembali ke Malang dan sekarang Alhamdulillah bisa sampai lagi di Malang,” kata Anies mengawali sambutannya.
Anies bercerita, bahwa ia sering diajak selfie atau foto bersama saat berkunjung ke suatu daerah. Bahkan tak jarang, para peserta yang hadir dalam kegiatan yang ia kunjungi saling berebut selfie.
“Kalau pas ada acara itu sering seperti tadi ada yang mau selfie. Pak Anies selfie, Pak Anies selfie, ramai rebutan selfie. Terus sesudah selfie-selfiean, agak lama itu nanti ada yang bilang gini, sudah Pak Anies capek. Pak Anies capek. Saya merhatikan yang bilang itu, yang sudah selesai selfie,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Menurut Anies, fenomena selfie ini bisa dijadikan contoh tentang keadilan di kehidupan sehari-hari. Sehingga, ia mengaku tidak masalah apabila diajak selfie oleh seluruh masyarakat.
“Kadang-kadang kita lupa kalau yang namanya keadilan itu harus memberikan kesempatan setara kepada semuanya. Ya dari mulai urusan yang sederhana, foto bareng. Sama-sama datang ke majelis itu sama-sama pengen foto masak dihalang-halangin,” ungkapnya.
“Ini yang harus kita ubah. Jadi bicara adil bukan cuma yang rumit-rumit di atas, adil itu dari keseharian. Itu yang ingin dikembalikan di republik ini. Itu yang ingin di nomor satukan di negeri ini,” Anies mengakhiri. [yog/suf]






