Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan sekitar 50 pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengikuti workshop. Agenda ini merupakan rangkaian dari dies natalis polinema ke-41.
Musthofa Hadi selaku penanggung jawab workshop menjelaskan, acara tersebut sebagai bentuk kontribusi Polinema pada UMKM. Pelaku UMKM terlibat adalah mereka yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Pengusaha Malang Raya (RPMR).
“Itu mitra kami yang sudah MoU, sudah jalan beberapa tahun, dan saling terlibat di sejumlah event. Di sini kita ingin penguatan bisnis model kanvas. Karena tidak semua pengusaha bisa itu, apalagi yang memang berangkat karena keadaan, pokoknya bikin dulu aja nanti yang penting ada dulu jalan dulu,” ujar dosen di program studi Manajemen Pemasaran itu.
BACA JUGA:
Polinema Adakan Expo Penguatan Produk Inovasi
Workshop ini mengusung tema ‘optimasi business model canvas (BMC) untuk penguatan kapasitas UMKM’. Narasumber yang dihadirkan adalah Rizki Rahmadianti, pengurus komunitas TDA Pusat.
“Tentunya kami berharap para rekan pengusaha UMKM yang menjadi mitra Polinema bisa mendapatkan Success Story termasuk bagaimana perjalan beliau. Kebetulan juga dengan mayoritas anggota yang selama ini profilnya di RPRM itu kebanyakan ibu-ibu,” lanjut Musthofa, Senin (22/5/2023).
Ia berharap pelaku UMKM mendapat role model nyata tentang pengelolaan bisnis. Menurutnya, mindset dan mental pengusaha UMKM perlu dibentuk. Karena saat pelaku UMKM akan up-skill kendalanya pada mental.

“Memberikan bantuan modal atau tambahan modal itu bukan sebuah solusi yang akan bisa mengangkat secara cepat. Malah kadang-kadang karena nggak siap gak jadi apa-apa adanya cuman jadi foto tapi nggak sustain,” ujar Musthofa.
Kegiatan bersama antara Polinema bersama ini bukan yang pertama diadakan. Di polinema ada ETU yang mengurusi urusan pendidikan dan pengembangan UMKM. Di sana melibatkan mahasiswa yang sudah mendapat bekal dan pendampingan. Disitu juga ada praktisi dan para mitra yang terlibat.
“Artinya sebagai institusi pendidikan Polinema juga sama seperti yang lainnya, punya tanggung jawab kontribusi pada stakeholder khususnya masyarakat. Yang di hari ini kelihatan adalah usaha mikro kecil menengah sampai yang besar setidaknya kita berusaha kita bisa menyajikan profil yang kelihatan,” ujar Musthofa Hadi.
BACA JUGA:
Polinema Malang Lepas 25 Mahasiswa ‘Double Degree’ ke Tiongkok
Meskipun workshopnya hanya sehari, tapi pendampingan UMKM tidak selesai sehari. Polinema juga memiliki jurusan Manajemen Pemasaran. Sebagai pendidikan vokasi, Musthofa mengaku banyak project mahasiswa baik yang berkaitan dengan mata kuliah, skripsi ataupun kegiatan pengabdian masyarakat yang bernilai pengembangan usaha masyarakat.
“Project Polinema tidak hanya di Malang. Kami juga sudah berkomitmen dalam bentuk MoU antara Polinema dengan RPRM. Tidak hanya melibatkan Komunitas TDA agar bisa mendampingi. Kampus ini juga ada mentor-mentor yang bisa mendampingi dan menggandeng asosiasi atau komunitas di luar sana untuk bisa bersinergi,” pungkasnya. [dan/suf]






