Malang (beritajatim.com) – Polinema (Politeknik Negeri Malang) mengadakan halal bihalal bagi seluruh civitas akademika pada Selasa (16/4/2024) di Graha Polinema. Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menekankan tiga pesan penting di hadapan ribuan hadirin.
Pertama, Supriatna menerangkan bahwa manusia mengandung dualisme yang tidak dapat dipisahkan. Manusia sebagai makhluk individu yang punya sisi unik dengan berbagai karakter ciri berbeda antara satu dengan lainnya.
Di sisi lain, manusia juga makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa keberadaan manusia yang lain. Oleh sebab itu, arti penting halal bi halal untuk menyatukan keberadaan makhluk sosial sebagai individu yang unik tidak akan bisa sama sehingga dalam hubungan sosial perlu saling memahami satu dengan yang lain.
“Sebagai warga Polinema, mari sama sama kita saling memahami, memaklumi, bahwa antara kita dengan yang lain pasti punya karakter, kepribadian yang beda. Jadi sangat wajar dalam berinteraksi pasti ada perbedaan. Untuk itulah perlu saling paham satu sama lain,” ungkapnya.
Kedua, ia berpesan kepada civitas akademika Polinema agar bisa saling memaafkan. Apalagi tidak bisa manusia harus selalu bisa menjadi sesuatu yang diinginkan orang lain.
“Jika ada salah pengertian, maka saling memaafkan. Jika ada khilaf, salah, mari kita saling memaafkan satu sama lain,” tegasnya.

Ketiga, sebagai makhluk lemah manusia saling butuh bantuan pertolongan antara satu dengan yang lain. Sebagai teman, saudara, atau sahabat, hendaknya saling mendoakan satu sama lain.
“Membantu yang tidak terlihat orang lain, ialah dengan membantu doa. Mari kita saling doakan satu sama lain dengan doa yang baik,” ucap Direktur Polinema menutup.
Acara halal bihalal bersamaan dengan pelepasan calon jamaah haji Polinema oleh Direktur dan jajaran wakil Direktur. Supriatna mendoakan para jamaah haji asal Polinema agar menjadi haji mabrur disertai dengan kelancaran selama menjalani ibadah.
“Mari doakan jamaah haji Polinema ini sampai dengan nanti selesainya ibadah haji diberikan kelancaran dan menjadi haji mabrur. Semoga yang belum berkesempatan, bisa diberikan kesempatan segera,” ungkap Direkrut.
Kelima jamaah haji yaitu, Herwandi, ST., MT., dari prodi Teknik Elektro dengan ibu, Prof. Dr. Ratna Ika Putri, ST., MT., dari teknik elektro bersama bapak, Yan Watequlis Syaifuddin, ST., M.MT. dari teknologi Informasi bersama ibu, Candra Bella Vista, S. Kom., MT., dari teknologi informasi bersama bapak, dan Widaningsih, SH., MH., dari Teknologi Informasi dengan bapak. Mereka diberi cinderamata Souvenir dark Polinema dan Bank Syariah Indonesia.
Salah satu jemaah, Herwandi, mengatakan bahwa Polinema sudah banyak membantu dirinya bersama istri dalam hal keberangkatan haji. Meski biaya haji dikeluarkan secara mandiri, tetapi Polinema membantu untuk mengenalkan sesama jamaah haji dari Polinema.
“Saya aslinya berangkat 2021, karena covid, mundur 2024. Nunggu antrian sekitar 12 tahun. Jadi kalau pelepasan ini memang sudah dilakukan Polinema tiap tahun. Siapa yang berangkat dibuatkan pelepasan,” ujar pria berusia 61 tahun yang akan berangkat bersama istri dari Bandara Juanda ini. [dan/suf]






