Mojokerto (beritajatim.com) – YM Macho Thian Sheng Shang Mu dikirab bersama dengan puluhan dewa dari 52 kelenteng di Jawa-Bali dan Singkawang, Kalimantan Barat. Dewi Laut ini dikirab keliling Kota Mojokerto dengan menempuh jarak sejauh 4,1 KM dalam Kirab Ritual dan Budaya.
Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelenteng Hok Sian Kiong ke 200 dan HUT YM Macho Thiang Shang Sheng Mu ke 1.063. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama sang suami turut serta memanggul tandu joli yang membawa dewa Macho sebelum akhirnya dikirab.
Ratusan masyarakat Kota Mojokerto berjajar di pinggir jalan yang dilalui rute Kirab Ritual dan Budaya tersebut. Rute yang dilewati rombongan Kirab Ritual dan Budaya tersebut penuh masyarakat yang ingin melihat secara langsung dewa-dewi yang dikirab keliling Kota Mojokerto.
“Nikmat yang luar biasa dianugerahkan Allah SWT, kita berasal dari latar belakang berbeda-beda namun bisa bersiraturami dengan penuh kekeluargaan dan kebersamaan di Kelenteng Hok Siang Kiong pada hari ini,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Minggu (14/5/2023).
BACA JUGA:
10 Untai Kalung Emas Dilelang di Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto
Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Rayakan 200 Tahun
Menurutnya, hal tersebut menjadi anugerah dari Allah SWT yang terus senantiasa disyukuri bersama. Kirab Ritual dan Budaya yang digelar Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto menjadi moment yang bisa menyatukan berbagai lantar belakang baik etnis, budaya, ras, suku dan agama.
“Seluruh kebhinekaan itu bisa menyatukan dalam keharmonisan dan penuh kekeluargaan. Alhamdulillah hari ini, kita dipersatukan dalam nuansa kebersamaan untuk bersama-sama mensukseskan Kirab Ritual dan Budaya dalam rangka HUT Kelenteng Hok Sian Kiong ke 200 dan HUT YM Macho Thian Sheng Shang Mu ke 1.063,” katanya.
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), moment tersebut menjadi wujud Kota Mojokerto merupakan kota yang harmonis, kota yang aman, kota yang damai bagi siapa saja untuk tinggal di Kota Mojokerto. Ning Ita mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat beragama di Kota Mojokerto.
“Serta rekan-rekan jajaran Forkopimda yang selama ini bersama-sama bersinergi menjaga kota tercinta kita ini menjadi kota yang damai. Semoga kegiatan serupa bisa digelar di masa-masa berikutnya jauh lebih banyak menghadirkan tamu-tamu dari daerah seluruh Indonesia,” urainya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berharap, hal tersebut bisa menjadi tonggak sejarah. Bahwa di Kota Mojokerto menjadi barometer harmonisasi dan menjadi tujuan bagi siapa saja untuk belajar menciptakan kerukunan di Kota Mojokerto yang menjadi dambaan bagi siapa saja.
“Kelenteng Hok Sian Kiong ini, menjadi salah satu wisata sejarah yang telah dinobatkan sebagai cagar budaya. Mari kita rawat bersama-sama, mari kita sebarkan ke berbagai penjuru negeri ini termasuk ke berbagai negara bahwa ada satu destinasi sejarah yang layak dikunjungi di Kota Mojokerto yakni Kelenteng Hok Sian Kiong yang berdiri selama dua abad,” ulasnya.
BACA JUGA:
Bukan di Jl Cokroaminoto Kota Madiun, Dulu di Sini Letak Kelenteng Hwie Ing Kiong
Saat Rumah Warga di Malang Diubah Seperti Kelenteng
Sementara itu, Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, Fendi Harianto mengatakan, dalam sejarah di Kota Mojokerto pertama karena 200 tahun Kelenteng Hok Sian Kiong bersamaan dengan ulang tahun ke 1.063 YM Macho Thian Sheng Shang Mu.
“Acara kirab ini pengaruhnya luar biasa, budaya daerah juga pengaruhnya luar biasa karena diikuti 52 kelenteng di Jawa-Bali dan Singkawang. Ada atraksi Balongsari, Liong-liong dengan menempuh jarak 4,1 KM. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk mempersatukan semua agama dan kepercayaan yang ada di Kota Mojokerto,” tegasnya.
Tak hanya itu, lanjut Fendi, kegiatan tersebut bisa mengembangkan pariwisata di Kota Mojokerto dengan mendatangkan banyak kunjungan wisata di kota dengan tiga kecamatan tersebut. Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa membangkitkan perekonomian di Kota Mojokerto pasca pandemi Covid-19. [tin/but]
![Dewi Laut Macho Kirab Bersama Puluhan Dewa dari 52 Kelenteng Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memanggil tandu joli yang membawa Dewa Laut Macho di Kelenteng Hok Sian Kiong. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230514-WA0053_YzCjJNkK7y-2-1024x576.jpeg)





