Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik menargetkan penurunan stunting satu digit. Target tersebut optimis tercapai mengingat angka stunting terus menurun hingga 10 persen dari semula 25 persen sejak tahun 2019.
Untuk menurunkan stunting itu, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) setempat mengedepankan tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan.
“Nantinya petugas TPK memberikan pemahaman tentang 1000 hak pasien keluarga (HPK) dalam turut serta menurunkan keluarga risiko stunting,” ujar Kepala Dinas KBPPPA Gresik, dr Titik Ernawati, Senin (8/05/2023).
Keberadaan TPK lanjut dia, bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting.
“Kami juga memberikan bantuan cadangan pangan kepada 39 keluarga berisiko stunting berupa 1 ekor ayam, 10 butir telur, dan sembako dari Baznas,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan, kasus penyebaran kasus baru stunting dengan kasus kesembuhan cenderung lebih tinggi angka sembuhnya.
“Sebenarnya stunting dapat dicegah melalui edukasi stop pernikahan dini. Ini bertujuan
para calon pengantin muda saat menikah bayi yang dilahirkan tidak berisiko stunting,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, selain edukasi mengenai pernikahan dini.
Gerakan bapak asuh juga digalakkan. Tujuannya mengajak para dermawan menjadi dokter atau bapak asuh, dengan menyisihkan 10 ribu rupiah perhari, untuk kebutuhan protein hewani yang diberikan kepada anak berisiko stunting.
“Treatmentnya selama 90 hari dengan memberikan tambahan gizi secara stimulan kepada anak berisiko stunting. Serta rutin melakukan pengukuran secara berkala oleh kader dengan didukung alat yang memadai,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/bnnk-gresik-ringkus-pengedar-sabu-jaringan-bungah/
Pemerintah daerah lanjut Gus Yani, tidak tinggal diam. Pihaknya juga bersinergi dengan PT Pos Indonesia sebagai operator pendistribusian penyaluran bantuan pangan nasional berupa 10 butir telur dan 1 potong ayam. Ditambah dari Baznas Gresik berupa sembako, kacang hijau, susu, dan beras.
“Laporan yang masuk ada 38 kasus stunting di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Ini harus diselesaikan dengan pendataan, menimbang bayi secara rutin serta memberi tambahan makanan yang banyak mengandung protein pada anak,” pungkasnya. (dny/ted)






