Jember (beritajatim.com) – Akhir pekan yang sibuk bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tak hanya dua kandidat presiden Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang hadir ke kota ini, tapi juga kelompok musik legendaris asal Surabaya Padi, Minggu (7/5/2023) ini.
Fadli, Piyu, Rindra, Ari, dan Yoyo tampil dalam acara Jember Festival (J-Fest) 2.0 yang dipromotori Mahameru Teamwork, di Sevendream City, Jalan Slamet Riyadi. Selain mereka, J-Fest yang digelar pada 6-7 Mei ini menghadirkan Juicy Luicy, Ardhito Pramono, Parade Hujan, Oom Leo (hari pertama) dan Coldiac, Fiersa Besari, Padi Reborn, dan Feel Koplo (hari kedua).
“Ini penyelenggaraan J-Fest tahun kedua. Konsep kami benar-benar festival tahun ini. Tahun lalu kami menghadirkan Tulus dan Pamungkas. Tahun ini kami menggelar selama dua hari dengan jumlah penyanyi yang lebih banyak,” kata Lukman Wijaya, Direktur Mahameru Teamwork.
Tahun ini, J-Fest tak hanya mengandalkan musik, tapi juga menghadirkan game-game digital yang dinikmati pengunjung. “Jadi bukan hanya menampilkan artis. Kami ingin ke depan J-Fest ini menampilkan konten bukan hanya festival musik, sehingga audiens loyal kami benar-benar bisa menimmatio event festival,” kata Lukman.
Namun tidak bisa dipungkiri kalau Padi paling ditunggu. Raungan gitar Piyu membuka penampilan mereka dengan lagu Sang Penghibur yang memang gagah jika dimainkan di atas panggung.
Oh, bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Sang Penghibur sudah cukup membuat penonton berjingkrak dan bernyanyi bersama. Lagu ketiga ‘Mahadewi’ melemparkan penonton pada masa-masa awal Padi merintis karir dengan album Lain Dunia pada 1999.
Hamparan langit maha sempurna
Bertahta bintang bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapaku
Sebagaimana band-band era 1990-an, Padi lahir pada sebuah masa saat band-band asal Surabaya dipengaruhi musik rock. Kemampuan teknis bermain gitar sangat diperhitungkan di komunitas anak band, dan Piyu yang bersekolah di SMA Negeri 2 Surabaya sejak awal memang menunjukkan bakat sebagai salah satu gitaris rock Indonesia terbaik. Namun ia bukan hanya gitaris, tapi juga komposer dan otak dari Padi.
Bersama Padi, Piyu tentu saja tak bisa bermain asal nge-rock. Namun dia tak kehilangan sentuhannya memainkan riff-riff gitar yang enak dan mudah diingat, seperti dalam lagu ‘Sesuatu yang Indah’ yang menjadi andalan dalam album Sesuatu yang Tertunda.
Judul lagu ‘Sesuatu yang Indah’ senada dengan harapan Lukman, yang ingin J-Fest tahun depan bisa mengundang artis-artis legendaris lain seperti Dewa, Noah, dan Sheila On7 dan membuat catatan indah bagi penggemar musik di Jember. “Kami berharap lima tahun ke depan bisa mendatangkan artis-artis dari luar negeri. Kami ingin bukan festival tak hanya di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, tapi juga di Jember,” katanya. [wir]






