Surabaya (beritajatim.com) – Seorang siswi SMP berusia 13 tahun di Surabaya Barat diperkosa oleh kenalan di media sosial. Pelaku juga tega membawa kabur ponsel serta uang Rp100 ribu milik korban.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jatim. Saat ini, Kepolisian tengah mengejar pelaku pemerkosa siswi SMP yang identitasnya sudah dikantongi.
Anggota DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i berharap Kepolisian segera meringkus pelaku. Dia menegaskan kasus ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Jika tertangkap, pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal dengan ancaman hukuman paling berat,” tegas Imam, anggota Komisi A DPRD Surabaya yang memiliki tupoksi bidang hukum dan pemerintahan itu, Senin (1/5/2023).
Ketika dikonfirmasi, Imam mengaku sudah mendengar kasus perkosaan yang menimpa siswi SMP di Surabaya Barat ini . Bahkan dia sudah bertemu dengan korban dan orangtuanya yang masuk kategori miskin.
“Melati (nama samaran) adalah siswi berprestasi di sekolahnya. Saya siap mendampingi korban melewati masa sulitnya paska-kejadian,” kata wakil rakyat dari Partai Nasdem.
Kasus ini bermula dari perkenalan korban dengan pelaku lewat medsos. Pelaku memancing korban dengan mengirim direct message (DM) ke Instagram korban.
Lewat DM itu, pelaku mengaku ingin kenal lebih dekat dengan korban. Korban lantas memberi nomor WhatsApp dan sejak itu, mereka sering berbalas pesan sebagai teman.
Baca Juga:
Dua Pelaku Pemerkosaan Siswi SMP di Surabaya Tertangkap
Jumat pagi (28/4/2023), pelaku mengajak korban jalan-jalan. Korban dijemput dengan sepeda motor di dekat rumahnya.
“Ternyata korban dibawa ke tretes lalu dinistakan. HP (ponsel) dan uang Rp 100 ribu korban dibawa kabur pelaku. Korban diturunkan pelaku di pinggir Jalan Margomulyo pada Jumat malam,” kata Imam.
Ini menjadi kasus perkosaan anak di bawah umur kesekian kalinya yang terungkap. Sebelumnya, siswi SMP di Surabaya Utara berusia 15 tahun menjadi korban perkosaan dua pemuda usai dicekoki minuman keras.
Akibatnya, siswi SMP tersebut sampai hamil 5 bulan. Peristiwa pilu itu baru diketahui orangtua pelaku saat Lebaran kemarin, yang kemudian membuat laporan ke Polrestabes Surabaya.
Polrestabes Surabaya bergerak cepat menangani laporan tersebut. Dua pelaku kini sudah ditahan. [asg/beq]






