Surabaya (beritajatim.com) – Ksatria Airlangga, organisasi yang didirikan, dimotori dan beranggotakan beberapa alumni Unair Surabaya mendukung tokoh yang dianggap mampu dan berkomitmen untuk meneruskan program-program Presiden Jokowi.
Mereka dulu dikenal sebagai relawan militan Jokowi. Program Jokowi yang harus dilanjutkan adalah pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Hal ini dikatakan Teguh Prihandoko, Ketua Ksatria Airlangga yang juga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair). Teguh mengaku kaget, namun juga berbahagia. “Ini karena saya tidak menduga Ibu Megawati mengumumkan penetapan Mas Ganjar sebagai Calon Presiden dari PDI Perjuangan secepat ini,” ujarnya melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Senin (24/4/2023).
Sama halnya dengan khalayak ramai, Teguh pun mengira bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei ataupun Kelahiran Pancasila 1 Juni dan bulan Bung Karno di bulan Juni 2023 akan dipilih sebagai hari penetapan untuk Ganjar Pranowo. “Ternyata Bu Mega memberikan hadiah lebaran bagi kita semua, khususnya bagi Ksatria Airlangga yang memang sudah sejak lama mengamati rekam jejak Gubernur Jawa Tengah ini.
“Bagi Ksatria Airlangga, komitmen Pimpinan Nasional terhadap paham kebangsaan adalah harga mati. Paham Kebangsaan yang kami maksud adalah kebangsaan dalam tindakan nyata dan pilihan politik, bukan paham kebangsaan yang sekadar sebagai kata-kata,” tegasnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ditanya-soal-cawapres-ganjar-pranowo-kasih-klu-tak-sebut-nama/
Teguh menguraikan, masyarakat bisa menilai bahwa selama ini Ksatria Airlangga tidak salah mengajak masyarakat dan khususnya Alumni Unair mendukung Jokowi. “Masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana Pak Jokowi menerjemahkan paham kebangsaan dengan membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Belum lagi dengan IKN yang sedang dibangun di Kalimantan Timur yang akan membuat Indonesia bukan hanya Jawa. Kalau Jokowi bukan seorang nasionalis sejati, maka IKN tidak akan pernah terwujud. Dan, kami melihat hanya sosok Ganjar Pranowo yang berkomitmen untuk mewujudkan IKN sebagaimana dirancang dan dimulai oleh Pak Jokowi,” imbuhnya.
Ganjar Pranowo dinilai sebagai kader Jokowi yang loyal dan berintegritas. Dalam waktu dekat, Ksatria Airlangga akan mendeklarasikan dukungan secara resmi. “Sama seperti pada saat dulu kami mengundang Pak Jokowi, maka kami berharap pada saat deklarasi nanti Mas Ganjar berkenan hadir di Kota Pahlawan di Surabaya. Terima kasih kepada Bu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang telah menetapkan Mas Ganjar sebagai calon Presiden 2024 dan kepada Pak Jokowi sebagai Presiden dan sebagai Kader PDI Perjuangan yang telah menyiapkan calon terbaik untuk meneruskan kepemimpinan nasional,” jelasnya.
“Dukungan kami terhadap Mas Ganjar tidak main-main, bukan kaleng-kaleng, karena di dalam Ksatria Airlangga ini ada banyak profesor, doktor, dan para profesional yang memiliki reputasi di daerah, nasional bahkan internasional yang siap membantu pemenangan Ganjar menjadi Presiden RI di Pilpres 2024 nanti,” tukasnya.
Teguh mengingatkan kembali bahwa Ksatria Airlangga bukanlah underbouw partai politik tertentu, termasuk PDI Perjuangan. Ksatria Airlangga adalah gerakan moral anak bangsa yang secara terorganisir dan independen terpanggil untuk melakukan partisipasi politik secara aktif dalam penentuan kepemimpinan nasional.
“Sebagai organisasi yang independen, kami siap bekerjasama dengan semua pihak yang sejalan dan sepemahaman dalam memilih pimpinan nasional, terutama tentunya dengan PDI Perjuangan yang memiliki tiket pencalonan dan telah resmi mengusung kader terbaiknya sebagai Capres 2024,” pungkasnya. (tok/kun)






