Gresik (beritajatim.com)- Nama Desa Kemangi tak asing bagi warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Desa yang namanya mirip sayuran itu, konon pernah menjadi tempat siar agama Islam di pesisir utara. Dalam bahasa sansekerta nama Kemangi adalah Kemangen yang berarti pangkalan.
Desa yang lokasinya yang berada di pesisir Utara Kabupaten Gresik memiliki peran yang sangat penting. Selain berhadapan dengan Laut Jawa, Desa Kemangi menjadi pintu masuk penyebaran agama Islam tertua di Kecamatan Bungah.
“Dulu desa kami merupakan daerah pangkalan perahu yang berlabuh. Wajar saja apabila pintu masuk siar agama Islam melalui Desa Kemangi. Apalagi lokasinya menghadap pesisir Laut Jawa,” ujar Kepala Desa Kemangi Yusuf, Selasa (11/4/2023).
BACA JUGA:
Haul Ibu Asuh Sunan Giri, Nyai Gede Pinatih Dihadiri Ratusan Warga
Masih menurut Yusuf, orang yang pertama kali memberi nama Desa Kemangi adalah Mbah Sungeb asal Pulau Bawean. Nama ini diberikan karena banyaknya para pedagang yang singgah kemudian membuat pangkalan perahu. Selanjutnya, diberi nama Desa Kemangi.
“Kepastian desa kami menjadi tempat siar agama Islam juga adanya masjid tertua di Kecamatan Bungah setelah Masjid Jami’ Kyai Gede. Pengembangan agama Islam juga pernah dilakukan oleh keturunan Mbah Qomaruddin. Tepatnya, sang cucu yang sekarang dimakamkan di pemakaman Islam Desa Kemangi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini Desa Kemangi telah berkembang pesat selaras dengan kemajuan zaman. Kendati pernah menjadi tempat siar agama Islam, pihaknya tetap memegang budaya religi yang sudah lama diturunkan secara turun-temurun. “Ini sebagai upaya agar generasi milenial sekarang tidak lupa terhadap leluhurnya,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Gus Yani Pimpin Ziarah ke Makam Sunan Giri dan Bupati Pertama Gresik
Desa Kemangi sekarang, kata dia, juga memiliki potensi yang bisa diandalkan yakni ‘Twin Lake’ artinya danau kembar buatan. Keberadaan wisata itu diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian desa.
“Wisata baru yang sudah berjalan dua tahun itu juga menjadi peluang terbukanya lapangan kerja. Mulai dari warga yang dipekerjakan dan pedagang yang berjualan di area wisata kawasan pesisir utara Gresik itu,” pungkasnya. [dny/suf]






