Lamongan (beritajatim.com) – Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) digelar Bappelitbangda (Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah) Kabupaten Lamongan untuk penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2024.
Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur menyampaikan, salah satu tujuan Musrenbang tersebut untuk mengetahui pokok-pokok pikiran dari DPRD Kabupaten Lamongan yang dilakukan dengan mengakomodir berbagai usulan dan masukan dari masyarakat.
“Usulan atau masukan itu, sesuai hasil penyerapan aspirasi yang diambil dari masyarakat secara langsung, baik melalui Sidak, Reses, Musrenbag Desa maupun Musrenbang Kecamatan sesuai Dapil (Daerah Pemilihan) anggota dewan,” ungkap Ghofur, ditulis Jumat (31/3/2023).
Secara umum, Ghofur menyebut, terdapat 7 pokok-pokok pikiran DPRD. Pertama, Bidang Pendidikan yang meliputi beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, dan pembangunan/rehab lembaga sekolah. Kedua, Bidang Kesehatan (penanganan stunting).
Ketiga, Bidang Ketenagakerjaan meliputi peningkatan sarana prasarana dan SDM pada balai latihan kerja agar berdaya saing, pengawasan serta memberikan fasilitas bagi lulusan, melakukan pengawasan UMK bagi tenaga kerja di perusahaan, serta pengawasan bagi tenaga kerja asing terkait masa kerjanya).
Keempat, Bidang Infrastruktur meliputi pembangunan poros desa/poros strategis, pembangunan tembok penahan tanah, pengerukan embung/waduk, penerangan jalan umum. Kelima, Bidang Ekonomi (Pengawasan usaha mikro) dan Bidang Pariwisata. Keenam Bidang Pertanian yang meliputi pemberdayaan kelompok tani, pengadaan alsinta dan pupuk. Ketujuh, Bidang Sosial.
Baca Juga:
Lamongan Pilot Project Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Petani Tembakau
“Pokok-pokok pikiran dari DPRD Lamongan tersebut telah diinput dalam SIPD yang selanjutnya akan disediakan untuk Bupati Lamongan,” kata Ghofur yang kemudian menyerahkan dokumen secara langsung kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Ghofur juga berharap, pokok-pokok pikiran DPRD itu dapat diakomodir dan dijadikan masukan dalam rumusan yang diprioritaskan pada tahun 2024. “Semoga Musrenbang kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang membuka kegiatan Musrenbang ini menyampaikan bahwa demi mempercepat kebangkitan ekonomi sosial masyarakat di tahun 2024, Pemkab Lamongan akan mengimplementasikan 11 Program Prioritas.
Adapun 11 program prioritas tersebut yakni Lamongan Sehat, PERINTIS (Pendidikan berkualitas dan gratis bagi yang kurang sejahtera), JAMULA (Jalan Mantap dan Alus Lamongan), YSS (Yakin Semua Sejahtera), Desa Berjaya, Lumbung Pangan Lamongan, Ramasinta (Pariwisata Ramah dan Terintegrasi), UMKM Naik Kelas, Young Entrepreneur Succes, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, serta Prestasi Pemuda dan Olahraga.
“Berdasarkan dokumen RPJMD 2021-2026 dan memperhatikan arah kebijakan Provinsi Jawa Timur, rencana kerja pemerintah pusat sebagai wujud pendekatan dasar, perencanaan tematik, holistik, integratif dan spasial, maka tema pembangunan RKPD 2024 yakni Aktivasi Perekonomian untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah,” paparnya.
“Oleh karenanya, demi mewujudkan tema tersebut Pemkab lamongan akan mengimplementasikan 11 program prioritas pembangunan sebagai akselerator atau percepatan kebangkitan ekonomi sosial masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga:
Berkah Ramadhan, Penjahit Rumahan Lamongan Banjir Pesanan
Lebih lanjut, orang nomor satu di Lamongan itu juga menekankan pentingnya memahami skala prioritas pembangunan. Ia berkata, sudah saatnya dalam menerjemahkan program dan perencanaan keuangan menggunakan pendekatan money follow program.
“Money follow program adalah alokasi anggaran pembangunan yang diorientasikan pada pencapaian program prioritas, bukan pada tugas dan fungsi,” bebernya.
Bupati Yuhronur mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah dan camat di Lamongan agar terus mendorong semua unsur staf untuk mengedepankan inovasi, melakukan benchmarking dan menjalin sinergitas.
“Jadikan dokumen RKPD tahun 2024 sebagai pedoman dalam pelaksanaan program, kegiatan dan penggunaan anggaran di masing-masing perangkat daerah. Sesungguhnya kunci keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik yang sedang kita jalani di tahun kedua RPJMD dan yang sedang kita rencanakan untuk tahun 2024 adalah kolaborasi dan responsif. Dengan gagasan-gagasan yang cemerlang dan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman maka akan mengantarkan Lamongan mencapai kejayaannya,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan arahannya tentang kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dia menjelaskan bahwa capaian Indikator Kinerja Jawa Timur memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,25 persen dan terhadap Perekonomian Nasional sebesar 14,26 persen. Tentu, tuturnya, ini semua berkat dukungan seluruh daerah, tak terkecuali Kabupaten Lamongan yang pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 mencapai 5,56 persen
“Saya sering mendampingi Ibu Gubernur ketika melakukan misi dagang, dan pasti ada orang dari Lamongan. Tadi saya juga mengobrol dengan Pak Bupati, orang Jawa ini kan banyak yang ingin menjadi polisi, tentara dan birokrat lainnya, tapi gennya orang Lamongan ini agak berbeda, yakni dagang. Bisa bersaing dengan orang Madura dan Padang,” ucapnya.
“Bahkan, besaran APBD Kabupaten Lamongan Rp3,4 triliun, tentunya ini disumbang dari gennya orang Lamongan yang kata Pakde Karwo petarung,” imbuhnya.
Tak cukup itu, Benny Sampirwanto juga menyebutkan bahwa terdapat 24 proyek yang menjadi prioritas percepatan pembangunan kawasan di Kabupaten Lamongan, di mana lima di antaranya dalam proses penyelesaian.
“Mohon peran kabupaten untuk menyediakan mudahnya penyediaan readiness criteria, fasilitasi perizinan, fasilitasi kesesuaian tata ruang, penyediaan lahan dan koordinasi stakeholder,” pungkasnya. [riq/beq]






