Blitar (beritajatim.com) – Lantunan ayat suci Alquran terdengar merdu dari balik jeruji besi Lapas kelas IIB Blitar. Ternyata ayat suci Alquran itu dilantunkan oleh belasan narapidana (napi) perempuan.
Sebanyak 17 napi perempuan yang ada di dalam Lapas kelas IIB Blitar dengan khusyuk membaca satu per satu ayat yang ada di Alquran. Tak jarang, air mata mereka jatuh saat membaca kalam Illahi tersebut.
Salah satu napi itu adalah Yuli. Dia mengatakan kegiatan tadarus Alquran sengaja dilakukan untuk mengisi waktu luang selama bulan puasa. Selain itu kegiatan membaca ayat suci Alquran ini juga digunakannya untuk merenungi segala kesalahan yang dulu pernah dilakukan.
Dirinya berharap Ramadhan kali ini bisa menjadi titik balik baginya untuk tidak terjerumus dalam perbuatan kriminal. Yuli sendiri merupakan narapidana kasus narkotika. Yuli telah menjalani ibadah puasa di dalam Lapas Blitar selama 2 tahun. “Saya ingin benar-benar berubah. Tidak mengulangi kesalahan yang dulu saya lakukan,” kata Yuli.
BACA JUGA:
Lapas IIB Blitar Over Kapasitas, 9 Narapidana Dipindahkan
Lantunan ayat suci Alquran tidak hanya terdengar dari perempuan namun juga dari blok laki-laki di dalam Lapas kelas IIB Blitar. Sebanyak 10 orang narapidana dari berbagai kasus terlihat begitu khusyuk dan fasih. Salah satu napi yang ikut mengisi kegiatan bulan puasa dengan tadarus Alquran adalah Bambang.
Narapidana kasus narkoba yang telah mendekam di Lapas kelas IIB Blitar selama 3 tahun itu sengaja memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk membaca kitab Allah sebagai jalan instropeksi terhadap kesalahan di masa lalunya.

Bambang mengaku menjadi lebih tenang ketika membaca Alquran. Selama bulan Ramadan ini dirinya bahkan rutin membaca Alquran setiap setelah subuh dan waktu asar serta sehabis salat tarawih. “Kegiatan tadarus Alquran ini biasanya rutin dilakukan pagi hari dan setelah salat tarawih. Jadi kalau saya merasakan jauh lebih tenang dengan membaca Alquran,” katanya.
Narapidana kasus narkoba tersebut bahkan mengaku dalam sekali momen Ramadhan dirinya bisa mengkhatamkan Alquran sebanyak enam kali. Baginya saat ini yang terpenting adalah memperbaiki diri atas kesalahan di masa lalunya. “Alhamdulillah kalau dari tahun lalu sekitar 6 kali khatam. Tapi kalau tahun ini belum tahu yang penting bagi saya dalam memperbaiki diri,” pungkasnya.
BACA JUGA:
PPKM Dicabut, Program Asimilasi di Lapas Blitar Diperpanjang
Sementara itu pihak Lapas kelas IIB Blitar mendukung penuh kegiatan dan program tadarus Alquran selama Ramadhan ini. Kasi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas IIB Blitar, Widha Indra Kusumawijaya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan suci Ramadhan.
Adapun sejumlah kegiatan Ramadhan di Lapas Blitar dimulai sahur bersama, istighotsah, tadarus Alquran, salat wajib dan salat tarawih berjamaah. “Kegiatan ini rutin kami laksanakan tiap tahun di bulan Ramadhan. Karena tempat kegiatan terbatas, napi yang ikut kegiatan kami gilir agar semua dapat menjalankan ibadah, khususnya salat tarawih,” katanya. [owi/suf]






