Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Karangpilang memeriksa delapan saksi atas insiden tenggelamnya kapal tambangan di aliran Sungai Brantas, Jalan Mastrip, Karangpilang, Sabtu (25/03/2023) kemarin.
Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Gogot Purwanto mengatakan, delapan saksi tersebut terdiri dari pemilik kapal, pengemudi kapal, dan para saksi korban yang kondisinya telah membaik.
“Untuk yang korban meninggal, keluarganya belum kita periksa karena masih shock berat,” ujar Gogot saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (28/3/2023).
Gogot menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, penyebab kapal tambangan tenggelam di Karangpilang karena kapal mengalami kebocoran. Karena, dari hasil pemeriksaan kapal tambangan tersebut bisa mengangkut 25 orang atau 15 sepeda motor.
“Namun kemarin sembilan motor saja kan tenggelam. Jadi memang ada kebocoran,” imbuh Gogot.
Baca Juga:
Kapal Tambangan Tenggelam, Polsek Karangpilang Dalami Dugaan Pidana
Ditanya terkait adanya tindak pidana kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, Gogot belum bisa memastikan karena sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Kita tidak bisa berandai-andai. Ya memang bisa dijerat pasal 359. Namun, itu nanti setelah semua selesai kita bisa tentukan kepastiannya,” pungkas Gogot.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, korban hilang dalam tragedi kapal tambangan tenggelam di Jalan Mastrip, Karangpilang ditemukan dalam kondisi tewas oleh petugas gabungan, Minggu (26/03/2023) siang. Perempuan berinisial D tersebut ditemukan sekitar 2 kilometer dari tenggelamnya titik kapal tambangan yang tenggelam.
AKBP Budi Sulistyanto Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Jawa Timur mengatakan jika pihaknya menemukan jenazah korban saat hendak kembali ke pos awal. Saat melewati jembatan bawah tol, ia melihat seperti tangan yang mengambang.
“Jenazah terlihat tersangkut di bawah jembatan tol, kami sudah melewati tempat ditemukan korban itu sebelumnya tapi tidak ditemukan apa-apa,” ungkap Budi.
Baca Juga:
Kapal Tambang Tenggelam di Karang Pilang, Ini Cerita Korban Selamat
Budi juga menyampaikan, secara logika, derasnya arus air sudah membawa jenazah jauh dari titik lokasi. Namun, ia memperkirakan jika jenazah tersangkut oleh batu atau lumpur.
“Kalau dari arus air, diperkirakan jenazah seharusnya sudah tidak berada di sini (TKP penemuan). Kemungkinan tersangkut entah lumpur atau batu,” imbuh Budi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Gogot mengatakan jika pihaknya akan membawa jenazah ke RSUD dr. Soetomo dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Alhamdulillah masih bisa diidentifikasi. Tapi kita akan lihat hasil pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo untuk kepastiannya,” pungkas Gogot. [ang/beq]






