Sidoarjo (beritajatim.com) – Polemik soal pedagang Pasar Larangan Kecamatan Candi harus segera diselesikan dan ada solusi yang baik, serta tidak berlarut-larut. Harapan itu disampaikan oleh anggota Komisi ll DPR RI H. Rahmat Muhajirin.
Politisi Partai Gerindra itu berharap ada penataan yang baik secara menyeluruh. Jadi untuk pedagang pasar Sidoarjo ini ditata secara rapi, tertib aman dan nyaman. Sehingga pedagang yang berjualan di situ itu bisa enak dan enjoy.
“Dengan begitu pendapatan ataupun omzet pedagang meningkat. Kalau pendapatan meningkat otomatis kan lebih baik juga bagi semuanya,” ucapnya usai bertemu dengan Himpunan Pedagang Pasar (HPP) di Sidoarjo, Sabtu (25/3/2023).
Dalam pertemuan itu, pengurus HPP Pasar Larangan juga menyampaikan uneg-unegnya terkait permasalahan pedagang pasar di luar anggota HPP.
BACA JUGA:
Pedagang Pasar Larangan Tantang Sumpah Pocong, Ada Apa Sebenarnya?
“Kami anggota HPP merupakan pedagang yang memiliki stan resmi dengan buku yang dikeluarkan pihak pasar dan kami membayar perpanjangan stan setiap tiga tahun sekali,” kata Ketua HPP Sidoarjo Nur Hasan Zakaria dalam pertemuan itu.
Oleh karena itu, HPP juga merasakan ketidakadilan dengan keberadaan pedagang di luar HPP yang berada di depan pasar dan dekat parkiran. Sehingga konsumen bisa langsung transaksi tanpa harus masuk ke dalam pasar. Akibatnya HPP yang punya stan di dalam, dagangannya tidak laku.
“Makanya kami meminta pada Pemda Sidoarjo agar dalam melakukan penataan pasar tradisional harus komprehensif, kami inginnya penataan pasar harus dikembalikan pada aturan yang ada, berdagang di pasar ya harus punya stan resmi, dan di Pasar Larangan masih banyak stan kosong,” tambah Nur Hasan.
BACA JUGA:
Jokowi Bikin Kaget Pedagang Pasar Larangan, Kaget yang Membawa Rezeki
Menurut dia, jika pedagang pasar mau ditata dengan baik dan tertib serta memiliki stan yang nyaman, maka akan lebih tenang dalam menjalankan usaha dagangnya.
Rahmat Muhajirin juga menyatakan dari serap aspirasi dengan HPP Sidoarjo ada kesalahpahaman dalam menyikapi masalah di Pasar Larangan. Sudah ditemukan formula yang win-win solution untuk semua pedagang. “Nanti kita sampaikan ke pihak terkait untuk kebaikan ke depan, karena menurut HPP masih banyak slot stan kosong di dalam Pasar Larangan dan itu bisa digunakan pedagang yang ada di luar,” tandasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rahmat Muhajirin, dirinya akan mendorong pertemuan antara Disperindag, HPP dan pedagang pasar di luar yang akan direlokasi. Sehingga permasalahannya sekarang bisa cepat selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Muhajirin menyampaikan bahwa pedagang pasar merupakan salah satu usaha UMKM yang sangat kuat selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu dirinya akan mendukung dan mem-backup kebijakan penguatan UMKM yang terbukti tahan banting dalam menopang ekonomi nasional dan daerah.
BACA JUGA:
Stok Sembako di Sidoarjo Aman Jelang Ramadhan, Harga Sejumlah Komoditi Naik
Ia juga meminta pedagang pasar untuk solid dan bersatu serta tidak ragu-ragu melakukan terobosan usaha demi meningkatkan kesejahteraan. “Jangan mau diadu domba dengan sesama pedagang pasar, karena mereka hidup sebagai pedagang tujuannya satu yakni mencari rejeki untuk keluarga,” katanya.
Masih menurut Rahmat Muhajirin, pedagang pasar merupakan urat nadi ekonomi kerakyatan yang harus dibela dan diperkuat daya saing bukan malah digusur atau dipinggirkan. “Sekarang pedagang pasar menghadapi persaingan yang ketat dengan toko modern di desa-desa yang jumlahnya banyak, kalau pedagang pasar tidak bersatu maka akan tergerus oleh pasar modern,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Rahmat Muhajirin menegaskan akan menampung semua aspirasi pedagang pasar di Sidoarjo terutama untuk kemajuan usaha serta kenyamanan dalam berdagang. “Dukungan kami kepada para pedagang pasar ini merupakan amanat yang diperintahkan oleh pimpinan kami bapak Prabowo Subianto guna memastikan bahwa pembangunan ekonomi harus menyentuh masyarakat bawah seperti pedagang pasar,” papar Wasekjend DPP Partai Gerindra ini. [isa/suf]






