Pasuruan (beritajatim.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam KSPSI Kabupaten Pasuruan mendatangi PT Grand Handa Indonesia (GHI). Kedatangan ratusan buruh tersebut merupakan bentuk solidaritas dari 44 buruh yang diskorsing.
Bburuh yang diskorsing selama satu bulan belakangan itu tak diberi gaji oleh perusahaan jok mobil yang terletak di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
“Kami tak minta muluk-muluk, hanya menuntut hak buruh dikembalikan. Pekerjakan lagi teman kami yang sudah diskorsing tanpa alasan yang jelas,” ucap salah satu orator yang juga merupakan Wakil Ketua KSPSI Kabupaten Pasuruan, Basuki Widodo, Jumat (24/3/2023).
Buruh yang mendatangi pabrik juga membentangkan sejumlah poster. Poster yang mengungkapkan unek-unek dipaparkan jelas dan dibawa oleh masing-masing pendemo.
Menurut Basuki, dirinya dan 44 buruh lainnya tak mengetahui apa yang dilakukan perusahaan menskors 44 buruh. Namun pihak perusahaan hanya mengatakan skorsing buruh dengan dalih efisiensi.
BACA JUGA:
Berteduh dari Hujan Angin, Buruh Tani di Kediri Tewas Tertimpa Pohon
Kena PHK, Buruh Pabrik di Lamongan Ini Bangkit dan Sukses Budidaya Lele, Raup Rp 50 Juta Per Bulan
Buruh Tani di Mojokerto Cabuli dan Perkosa 2 Siswi SD
“Kami akan menginstruksikan datang kesini jika tidak ada jawaban dari pihak manajemen pabrik. Kami hanya minta rekan kami kembali bekerja dan mendapatkan haknya selama satu bulan,” sambungnya.
Pihak manajemen melalui salah satu skuriti bernama Mahfud belum bisa menemui. “Maaf belum bisa,” jelasnya singkat. [ada/but]






