Blitar (beritajatim.com) – Sholat tarawih kilat di Pondok Pesantren Mambaul Hikam Udanawu Kabupaten Blitar selalu menarik perhatian saat Ramadhan. Sebab, hanya butuh 10 menit untuk melaksanakan sholat tarawih berjemaah dengan total 23 rakaat, termasuk sholat witir.
Ternyata, sholat tarawih kilat ini sudah menjadi tradisi sejak 1907 lalu. Hingga saat ini masih dijalankan.
Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami Zubaidi mengatakan sholat tarawih kilat ini sudah dilakukan secara turun temurun. Mulai dari Mbah Kiai Abdul Ghofur, dilanjutkan oleh putranya Kiai Sulaiman Zuhdi, dan diteruskan oleh Kiai Zubaidi Abdul Ghofur.
Sholat tarawih kilat ini dilakukan lantaran masyarakat sekitar dulunya bekerja sebagai buruh hingga sore hari. Sehingga ketika diajak untuk sholat tarawih dengan waktu yang lama mereka tidak mampu.
Untuk mengatasi hal tersebut Kyai Abdul Ghofur kemudian berinisiatif mendirikan sholat tarawih kilat agar seluruh masyarakat wilayah Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar tidak terbebani saat menunaikan ibadah sholat tarawih.
Baca Juga:
Pemkot Blitar Gelar Pasar Takjil Ramadhan, Ini Lokasinya
“Sholat tarawih ini sudah dilakukan sejak tahun 1907 dari Mbah saya Kiai Abdul Ghofur, kemudian dilanjutkan oleh Kiai Sulaiman Zuhdi kemudian diteruskan oleh ayah saya Kiai Zubaidi Abdul Ghofur kemudian ke saya ini ya semuanya modelnya seperti ini,” kata pengasuh pondok pesantren Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami, Jumat (24/3/2023).
Dikatakan kilat lantaran, 23 rakaat sholat tarawih dan witir yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit. Dari pantauan tim beritajatim.com rata-rata dua rakaat sholat tarawih kilat ini hanya membutuhkan waktu sekitar 40 hingga 45 detik saja.
Meski dikerjakan dengan cepat namun menurut pengasuh pondok pesantren Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami hal itu tidak mengubah syarat dan rukun sholat. Bahkan semua sunah-sunah dalam sholat tarawih juga ditunaikan.
Baca Juga:
Referensi Masjid di Blitar Cocok Untuk Sholat Tarawih
“Ini sholat tarawih di sini itu ini sudah dimulai sejak mbah saya jadi mudah-mudahan seperti ini tarawih yang tidak mengurangi dan juga tidak merubah daripada aturan-aturan yang ada,”
“Ya sama sekali jadi tidak mengurangi sunnah sunnah nya tidak mengurangi nilai daripada salat tarawih,” pungkasnya.
Atas hal itulah banyak masyarakat dari wilayah kabupaten Kediri dan kabupaten Blitar yang berbondong-bondong untuk menunaikan salat tarawih kilat di Pondok Pesantren Mambaul Hikam Udanawu kabupaten Blitar.
Rata-rata dalam satu malam ada sekitar 1500 jemaah yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti Sholat tarawih yang hanya dikerjakan sekitar 10 menit tersebut.
Sebagian masyarakat mengatakan bahwa Sholat tarawih kilat ini jauh lebih efisien. Mereka juga jauh lebih semangat untuk mengikuti salat tarawih daripada di masjid yang lain. [owi/beq]






