Jombang (beritajatim.com) – Berbagai jenis sampah teronggok di depan pendapa kantor Bupati Jombang Mundjidah Wahab. Sejumlah petugas BSIJ (Bank Sampah Induk Jombang) berderet di dekatnya. Sementara itu, para pejabat sedang antre. Berderet panjang menyamping. Mereka membawa kantung besar berwarna hijau.
Adalah Bupati Mundjidah orang yang pertama kali menyerahkan kantung besar yang dibawanya itu ke petugas. Kantung hijau tersebut berisi aneka sampah plastik. Petugas kemudian meletakkan kantung hijau berisi sampah di atas timbangan duduk. Muncul bobot sampah itu di layar digital. “Beratnya empat kilogram. Uangnya Rp 40 ribu,” kata petugas.
Petugas lalu mencatat. Memasukkan transaksi penjualan itu ke kartu digital. “Hasil penjualan sampah ini saya sumbangkan ke Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Jombang. Dengan begitu sampah di sini bukan hanya menjadi berkah, tapi juga menjadi amal jariyah,” kata Bupati Mundjidah.
Aksi ‘jual’ sampah itu kemudian diikuti pejabat lainnya seperti Sekdakab Agus Purnomo. Agus menyodorkan kantung besar berisi panci berbahan alumunium yang sudah tak terpakai. Barang tersebut kemudian ditimbang. Oleh Agus, uang penjualan tersebut juga disumbangkan ke Baznas.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi Gelorakan Gerakan Ramadhan Tanpa Sampah di Surabaya
Demikian seterusnya. Bahkan Elin Eikeland, Consellor of Royal Norwegian Embassy, yang hadir juga melakukan hal serupa. Sekantung besar sampah plastik milik warga Norwegia ini ditimbang. Elin takjub dengan gerakan sedekah sampang yang dilakukan oleh Pemkab Jombang ini.
Aksi Bupati Mundjidah dan para pejabat ini dalam rangka pencanangan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) dan SmartCard Beresin Sampah di Jombang, Jumat (17/3/2023). Pencanangan gerakan itu dalam rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023.
Dalam acara itu, Pemkab Jombang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Lauut (TKN PSL), serta didukung oleh Danone-AQUA dan United Nations Development Programme (UNDP).
Peringatan HPSN 2023 bertema ‘Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan Menuju Jombang Resik (Reduksi Sampah Mulai dari Kita). “Acara ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola dan memilah sampah dengan menerapkan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan sebagai penggerak ekonomi sirkular,” kata Mundjidah Wahab.
Persentase Penanganan Sampah 28 Persen

Mundjidah mengatakan, Kabupaten Jombang menjadi salah satu dari 80 Kabupaten/Kota yang mendapatkan anugerah piala adipura pada 28 Februari 2023. Hal ini menunjukkan tentunya komitmen dan kinerja pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan.
Dia mengungkapkan, persentase penanganan sampah di Kabupaten Jombang saat ini mencapai 28% dan pengurangan mencapai 13,5%. Meski pun angka ini masih cukup jauh dari target Jakstrada dan Jakstranas yang telah ditentukan, namun beragam inovasi dan penguatan partisipasi masyarakat terus didorong.
BACA JUGA:
Siswa di Gresik Diajari Cara Mengelola Sampah
“Sebagaimana yang bapak ibu lihat tadi, penggunaan aplikasi beresin sampah, gerakan sedekah sampah, pengembangan kampung minim sampah melalui program USAID Madani, konsep bank sampah mandiri terintegrasi (bank santri) yang kami dorong melalui program smart city dan banyak program lain yang diinisiasi bersama dengan masyarakat,” ujar Mundjidah dalam sambutannya.
Dalam acara ini, aplikasi ‘Beresin’ dan SmartCard ‘Beresin Sampah’ yang terintegrasi dengan Gradasi diluncurkan melalui penekanan virtual button bersama. Selain Bupati Mundjidah, Kepala DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Jombang Miftahul Ulum menjelaskan secara panjang lebar terkait program itu.
Diinisiasi Pondok Pesantren

Miftahul Ulum menjelaskan bahwa Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) di Kabupaten Jombang telah diinisiasi oleh Pondok Pesantren Mambaul Hikam dengan melibatkan 80 pesantren, madrasah dan komunitas lintas agama. Bahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Jombang juga telah bekerjasama dengan Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi agama dan lembaga Pendidikan.
“Belum lama ini, selama 3 minggu pelaksanaan telah terkumpul uang sedekah dari sampah sebesar Rp. 1.200.120,- termasuk dari kegiatan pelantikan muslimat di alun-alun Jombang. Nah, seluruh hasil yang didapat sepenuhnya akan dikelola oleh Baznas. Makanya sedekah sampah ini menjadi amal jariyah,” jelas Miftahul.
Consellor of Royal Norwegian Embassy (Kedutaan Besar Norwegia), Elin Eikeland, takjub melihat antusiasme masyarakat Jombang dalam pengumpulan sampah untuk disedekahkan ini. Menurutnya, dalam peningkatan kesadaran, upaya Gradasi dan keterlibatan pemangku kepentingan keagamaan menjadi sangat penting.
BACA JUGA:
Bupati Jombang Siap Tindaklanjuti Arahan Presiden Jokowi
Baginya, Jombang adalah contoh yang baik dari komunitas agama yang mengambil bagian dalam pengelolaan sampah. Hal ini patut untuk dijadikan sebagai contoh dan diikuti oleh daerah-daerah lainnya. “Kami terkesan mendengar bahwa di Kabupaten Jombang, banyak warga yang berkomitmen untuk mengelola sampahnya, dan sangat tanggap serta antusias dengan program-program yang diterapkan untuk mengurangi sampah,” ujar Elin.
Kepala DLHK Jombang Miftahul Ulum menambahkan, Gradasi telah diadaptasi dan diterapkan di sejumlah masjid, gereja, pesantren, dan sekolah di Jombang. Program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) itu sendiri dimulai sejak tahun 2021 dengan 6 masjid penggerak. Selanjutnya saat ini sudah ada 100 masjid, 35 gereja, 92 sekolah dan 98 pesantren di seluruh Indonesia yang menerapkan Gradasi.

Bahkan, di salah satu Universitas di Indonesia, yaitu Universitas Brawijaya juga akan memasukkan materi terkait Gradasi sebagai bahan edukasi lingkungan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswanya. Sebelumnya juga sudah dilaksanakan Gradasi di Masjid Salman ITB yang merupakan Ketua Asosiasi Masjid Kamus Indonesia (AMKI).
Tentunya angka ini akan semakin bertambah dengan adanya upaya kampanye dan sosialisasi untuk mengajak masjid lainnya di seluruh Indonesia turut mengaplikasikan Gradasi. Gerakan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat dan jamaah. Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 123 ton sampah telah terkumpul dari kegiatan Gradasi. Gerakan ini pun akan terus disebarluaskan ke rumah ibadah lainnya, yaitu ke Pura, Klenteng, maupun Vihara.
Smart Card Beresin Sampah

Selain Gradasi, lanjut Miftahul, sejak akhir 2022, Pemkab Jombang juga sudah menginisiasi inovasi Smart Card Beresin Sampah. Smart Card Beresin Sampah adalah inovasi digitalisasi untuk nasabah bank sampah yang tidak hanya bermanfaat untuk memudahkan memantau, mengetahui dan transaksi bank sampah dengan mudah.
Tetapi berbagai fitur juga telah dikembangkan di dalamnya diantaranya sedekah dan celengan kurban dengan sampah, beres point untuk menukarkan sampah dengan produk UMKM dan aplikasi beres digitech atau penukaran sampah dengan beragam produk digital seperti token listrik, pulsa, PDAM, BPJS dan banyak lagi.
“Inovasi ini dikembangkan bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Perumda Aneka Usaha Seger dan Bank Sampah Induk Jombang. Saat ini, aplikasi ini sudah digunakan oleh kurang lebih 800 nasabah. Tentunya bertahap semua nasabah bank sampah induk akan bermigrasi dengan sistem digital ini,” ujar Miftahul Ulum.
Novrizal Tahar selaku Direktur Penanganan Sampah KLHK sekaligus Sekretaris 1 Tim Pelaksana RAN PSL juga sangat mengapresiasi inovasi-inovasi tersebut. Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pengelolaan sampah melalui multi stakeholder perlu kita tingkatkan. “Karena keberhasilan upaya pengelolaan sampah memerlukan kolaborasi program dan aksi bersama baik pemerintah pusat, daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” ujar Novrizal yang disampaikan dalam sambutannya.
BACA JUGA:
Bupati Jombang Berharap Tak Ada Penyimpangan Pupuk Bersubsidi
Adapun kegiatan lainnya dalam acara ini adalah pemberian penghargaan retail yang komitmen pembatasan kantong plastik dan penyerahan penghargaan lomba video reels kader lingkungan. “Inovasi-inovasi yang telah dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan di Jombang maupun berkontribusi untuk penanganan sampah di Indonesia,” ujarnya.
Selain dihadiri para pejabat, peringatan HPSN 2023 di Jombang juga dihadiri para pemuka agama, tokoh masyarakat, pengurus bank sampah, pembina dan santri pondok pesantren dan madrasah, aktivis lingkungan, serta pengurus rumah ibadah lintas agama se-Jombang. [suf]






