Gresik (beritajatim.com) – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Gresik, segera beroperasi setelah dibangun sejak tahun 2022. Nantinya, TPST tersebut dioperasikan bulan Januari 2024.
TPST Belahanrejo memiliki hanggar berukuran 15×25 meter dan hanggar berukuran 75×15 meter. Tidak hanya bangunan, alat pengolahan hingga fasilitas penunjang juga sudah selesai dikerjakan.
“Bangunan fisiknya sudah selesai. Tinggal diuji coba kemudian dioperasikan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik, Sri Subaidah, Rabu (3/12/2024).
Dana yang dikeluarkan membangun TPST itu sebesar Rp5,5 miliar di atas tanah 2 hektar. Dengan beroperasinya TPST akan mengurangi beban sampah di TPA Ngipik. Pasalnya, TPA Ngipik sudah dinyatakan overload.
“Ini nanti bisa menjadi alternatif, sampah yang masuk ke TPST akan diolah. Jadi tidak hanya ditumpuk,” ungkap Subaidah.
Di tahap awal, TPST Belahanrejo akan mampu menampung sampah yang masuk sebanyak 87,5 ton per hari. Sampah-sampah ini kemudian diolah menggunakan peralatan untuk bisa dimanfaatkan kembali.
Saat ini TPA Ngipik sudah dinyatakan overload. Sehingga, Pemkab Gresik membangun TPST di Belahanrejo. Meski demikian, TPA Ngipik nanti akan tetap beroperasi.
“TPA Ngipik tetap digunakan, tapi sampah yang masuk berkurang karena sebagian dibawa ke TPST,” Subaidah.
Salah satu pengolahan sampah nantinya menggunakan Refuse Derived Fuel (RDF). RDF merupakan bahan bakar alternatif penganti bahan bakar fosil (batubara). Alat tersebut dapat mengelola sampah hingga 2,5 ton per jam. Jenis-jenis RDF yang dihasilkan yaitu Fluff Organik, Fluff Anorganik, dan Briket.
Perlu diketahui, menurut hasil studi revitalisasi TPA Ngipik tahun 2017, diperkirakan TPA penuh tahun 2018. Sejak 2018, kondisi TPA Ngipik sudah dinyatakan overload. Menurut data, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik rinciannya, tahun 2017: 269 ton/hari, 2018: 213, 79 ton/hari, 2019: 189,92ton/hari, 2020:125,65ton/hari. 2021 per Desember rata2 380 ton/hari. Tahun ini rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik sekitar 240 ton per hari. (dny/ian)






