Surabaya (beritajatim.com) – Dari empat tipe Diabetes Melitus, salah satunya dapat terjadi pada balita, anak hingga usia remaja.
Diabetes atau Diabetes Melitus (DM) sendiri merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya orang dewasa, mereka yang tergolong masih sangat muda pun bisa didiagnosis penyakit ini. Hanya saja ada tipe-tipe tertentu yang membedakannya.
Adapun berikut ini empat tipe diabetes dan perbedaannya, di antaranya sebagai berikut;
Diabetes Militus Tipe 1
DM tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis ini yang terjadi karena tubuh kekurangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan hormon insulin. Padahal, tubuh sangat membutuhkannya untuk mengontrol gula darah agar tetap normal.
Diabetes Militus Tipe 1 ini merupakan tipe yang banyak dialami oleh anak-anak balita hingga remaja.
BACA JUGA: Waspada! Ribuan Anak Terkena Diabetes Melitus Tipe 1
Adapun Diabetes tipe ini banyak terjadi karena adanya faktor genetik atau keturunan. Bahkan, kondisi ini bisa diperparah akibat pola makan maupun hidup yang tidak sehat dan juga paparan virus tertentu dari lingkungan sekitar.
Diabetes Militus Tipe 2
Hampir sama dengan tipe 1, hanya saja Diabetes tipe ini lebih banyak dialami oleh orang dewasa. Lantaran faktor usia yang membuat mereka banyak mengonsumsi makan dan minuman tidak sehat. Selain itu diperparah dengan kurangnya bergerak atau melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Bisa juga karena berat badan yang berlebihan.
Gaya hidup yang tidak sehat ini membuat sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif atau bahkan kebal dalam merespon hormon insulin. Dalam medis kondisi ini disebut dengan resistensi insulin.
Akibatnya, glukosa dalam tubuh tidak bisa berubah menjadi energi, melainkan justru menumpuk pada pembuluh darah.
Diabetes Militus Tipe 3
Diabetes tipe ini umumnya terjadi karena tubuh kekurangan suplai insulin ke otak. Sehingga minimnya insulin yang ada di otak tersebut, membuat kinerja maupun regenerasi di otak terganggu. Hal inilah yang kemudian memicu penyakit lain, serta Alzheimer.
BACA JUGA: Kasus Diabetes pada Anak Meningkat, Ini Kata Wagub Emil
Meski begitu, penyakit Alzheimer tetap dapat terjadi dengan sendirinya tanpa mengikuti penyakit diabetes. Hanya saja, keduanya memiliki faktor risiko yang sama, yakni konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan glukosa.
Diabetes Gestasional
Tak banyak orang tahu jika Diabetes Gestasional umumnya terjadi pada para ibu ketika memasuki masa kehamilan. Hal ini bisa saja terjadi, meski sebelumnya tidak ada riwayat genetik.
Kondisi ini terjadi akibat plasenta ibu hamil kerap menghasilkan hormon khusus. Di mana hormon tersebut papat menyebabkan insulin terhambat dan alami gangguan.
Penyakit ini pun cenderung bersifat sementara. karena umumnya setelah melahirkan atau masa hamil selesai, kadar gula darah para ibu pun akan kembali normal. (fyi/nap)






