Surabaya (beritajatim.com) – Para orang tua perlu waspada, karena penyakit Diabetes Melitus tipe 1 bisa terjadi pada anak. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada lebih dari 1.600-an anak di Indonesia alami penyakit gula ini.
Mungkin selama ini masyarakat mengira bahwa penyakit diabetes hanya dapat terjadi pada orang dewasa. Nyatanya tidak demikian, golongan usia balita, anak, dan remaja juga dapat alami hal serupa. Sehingga para orang tua juga perlu untuk meningkatkan kewaspadaan dan juga perhatian perihal asupan makanan maupun gaya hidup anak.
Penyakit ini umumnya terjadi karena adanya kelainan auto imun, di mana sistem kekebalan tubuh anak merusak pankreasnya sendiri. Sehingga fungsi pankreasnya menjadi terganggu.
Meski penyebab utamanya belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang bisa mendasarinya. Mulai dari faktor genetik, riwayat infeksi virus, hingga pola makan yang kurang sehat, seperti konsumsi makan dan minuman manis terlalu banyak.
Umumnya anak yang terkena Diabetes Melitus Tipe 1 ini mengalami beberapa gejala. Mulai dari kebiasaan yang jadi lebih sering buang air kecil. Bahkan, mereka kerap tidak bisa menahan hasrat untuk kencing.
BACA JUGA: IDAI Sebut Kasus Obesitas pada Anak Meningkat, Apa Penyebabnya?
Selain itu, anak-anak akan lebih mudah haus dan juga lapar. Sehingga intensitas minum serta makannya mungkin akan lebih tinggi dari biasanya. Meski begitu, konsumsi makanan yang dianggap lebih tinggi tidak membuat berat badan anak naik. Justru bisa jadi akan menurun. Hal ini sama seperti dengan gejala diabetes yang dialami oleh orang dewasa. Di mana sel-sel dalam tubuhnya kekurangan gula darah.
Secara emosional pun juga dapat mempengaruhi anak yang mengidap penyakit ini. Mereka cenderung lebih mudah marah hingga tak jarang mempengaruhi prestasinya di sekolah.
Adapun cara mencegah Diabetes Melitus Tipe 1 pada anak ialah dengan mengurangi asupan makanan atau minuman yang manis. Selain itu, ada beberapa hal pendukung lainnya yang bisa dilakukan, yakni mengurangi penggunaan gadget pada anak, ajak secara aktif berolahraga, hingga banyak konsumsi buah dan sayur.
Jika anak mengalami berat badan berlebih, sebaiknya mulai mengupayakan untuk menguranginya sekitar 5-10 persen. Tentunya dengan cara diet kalori dan rendah lemak. (fyi/nap)






