Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh FRA (8) pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). FRA yang beralamat di Perumahan MSI blok AV RT 29 RW 08, Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia terbawa arus di saluran air yang kondisinya meluap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula FRA dan DS rekannya bermain hujan-hujanan kemarin (7/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua anak itu, bermain di dekat selokan air. Padahal saat itu, selokan air dalam keadaan banjir dan arusnya kuat.
Ada dugaan korban (FRA) terpeleset kemudian hanyut terbawa air ke arah utara arah waduk Desa Pelem Watu, Kecamatan Menganti. Mengetahui FRA tenggelam, DS memberitahukan kejadian tersebut kepada warga.
Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Menganti, Aiptu Agus Margono membenarkan kejadian tersebut. Selanjutnya, petugas Polsek Menganti mendatangi ke lokasi kejadian.
“Anggota kami dibantu warga, dan bersama perangkat desa melakukan pencarian dengan cara menyisir saluran air di perumahan. Pasalnya, korban diduga terbawa arus hingga ke arah Waduk Pelem Watu,” ujarnya, Rabu (8/03/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ditambahkan Agus, setelah dilakukan sampai malam, korban sudah ditemukan di Waduk Pelem Watu, Kecamatan Menganti dengan kondisi tidak bernyawa.
“Korban sudah dievakuasi ke rumah orang tuanya. Selanjutnya dimakamkan malam itu juga,” imbuhnya.
Agar kasus ini tidak terjadi lagi, dirinya menghimbau kepada orang tua supaya memwaspadai anaknya saat musim hujan. Khususnya di kubangan air atau saluran yang arusnya deras.
“Tolong diwaspadai saat bermain. Sebab, anak-anak saat musim hujan suka bermain di kubangan dan saluran air. Padahal hal itu bisa berbahaya bila tidak waspada,” pungkas Agus. [dny/but]






