Surabaya (beritajatim.com) – Obesitas memiliki dampak bagi kesehatan. Hal ini bisa dialami oleh berbagai kalangan dan usia. Bahkan, kasus obesitas pada anak terus meningkat setiap tahun.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dalam Media Briefing yang dilakukan secara daring hari ini, Selasa (7/3/2023).
“Obesitas pada remaja dan anak-anak meningkat hampir di semua belahan dunia. Dari 1 persen bisa menjadi 11 persen. Naiknya bisa 1100 kali lipat di belahan eropa,” ungkap Piprim.
Menurutnya, jenis asupan yang dimakan oleh anak sangat berpengaruh terhadap obesitas. Dia mencontohkan, anak-anak sangat suka mengonsumsi minuman dan makanan manis.
“Makanan manis ini selain membahayakan kesehatan juga bikin kecanduan,” imbuh Piprim.
[berita-terkait number=”1″ tag=”kesehatan”]
Piprim juga mengatakan bahwa untuk mengatasi kasus obesitas dibutuhkan bantuan semua pihak. Terkadang pihak keluarga sulit untuk mengendalikannya. Bahkan, ada banyak godaan bagi para remaja dan anak-anak untuk menjaga pola makan sehat.
“Remaja masalahnya pada kepatuhan. Godaannya banyak sekali, seperti iklan makanan dan minuman yang beredar,” kata Piprim.
Konsekuensi Obesitas
Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, Dr Muhammad Faizi, SpA(K) menjelaskan sejumlah konsekuensi obesitas yang terjadi pada anak.
Dr Faizi menyebutkan bahwa konsekuensi dari obesitas adalah kardiovaskular, kulit menghitam, kulit pecah, endokrin, diabetes melitus tipe 2, tumor di kepala hingga defisiensi vitamin D.
Selain itu, anak yang obesitas juga rentan dibully atau diejek dengan teman-temannya sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya.
[berita-terkait number=”1″ tag=”kesehatan”]
Cara Mencegah Obesitas
Untuk mencegah obesitas, kata Piprim, masyarakat perlu menjaga pola makan yang sehat. Adapun contoh makanan sehat bisa dari protein hewani seperti daging, telur dan ikan.
Selain menerapkan pola makan yang sehat, olahraga yang cukup dan mengatur pola tidur juga perlu dilakukan untuk mencegah obesitas.
“Penyakit gara-gara gaya hidup, harus dicegah dengan memperbaiki gaya hidup juga,” pungkas Piprim. (nap)






