Surabaya (beritajatim.com) – Kasus penganiayaan yang dilakukan eks anak pejabat pajak, Mario Dandy (MDS) terhadap korban D masih terus berlanjut, bahkan telah memasuki babak baru. Seperti yang diketahui, pada Kamis (2/3) polisi meningkatkan status hukum AGH dari “anak yang berhadapan dengan hukum” menjadi “anak yang berkonflik dengan hukum”.
Setelah lama tak ada satupun yang angkat bicara, akhirnya kakak dari AGH yakni Ivana Yoan buka suara. Melalui kanal YouTube Najwa Shihab ia menceritakan apa yang terjadi pada sang adik dan menjelaskan bagaimana rentetan kronologi dari sudut pandang AGH.
“Guncangan publik di luar sana itu luar biasa gila, nggak cuma untuk mental adikku tapi juga kita sebagai keluarga,” ujarnya membuka video yang tayang pada Jumat (3/3).
Pertama, Ivana mengklarifikasi bahwa AGH tidak pernah memberi tahu Dandy terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan korban D terhadapnya. Selain itu, Ivana juga mengatakan jika rencana penukaran kartu pelajar ini memang telah lama dibicarakan, bahkan sebelum terjadinya insiden penganiayaan.
“Mengenai tukar menukar kartu pelajar itu sudah lama direncanakan jauh sebelum terjadinya penganiayaan terhadap D. Bahkan AGH sempat diminta oleh D untuk mengembalikan kartu itu menggunakan jasa ojek online saja,” terangnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kasus”]
Ivana menegaskan bahwa adiknya tidak tahu menahu terkait rencana penganiayaan yang akan dilakukan oleh Dandy dan kawannya, Shane Lukas (S). Disebutkan pula jika AGH baru mengenal Shane di hari peristiwa tersebut terjadi.
“Di hari itu, MDS menjemput AGH karena tidak jadi magang. Kemudian memang tidak ada rencana awal untuk menghampiri kediaman D, hari itu mereka hanya ingin ketemu dan pergi bersama,”
Pada saat itu pula, Ivana mengatakan AGH baru mengingat jika kartu pelajar D masih ada pada dirinya. Sehingga Dandy meminta AGH untuk menghubungi D.
“Akhirnya MDS menyuruh AGH untuk mengechat D terkait posisi dia (D) berada di mana dan apakah memungkinkan untuk bertemu untuk mengembalikan kartu pelajar tersebut,” terang Ivana.
Ivana menekankan, Dandy meminta AGH untuk bertemu di Senayan serta berbohong kepada D bahwa ia sedang bersama kakak sepupunya.
Ivana mengungkapkan AGH merasa tidak nyaman dengan permintaan Dandy untuk membohongi D, dan dia membujuk sang kekasih agar pertemuan itu ditunda. AGH lantas mengajak Dandy ke salah satu mal di Bintaro untuk melakukan perawatan.
Singkat cerita, saat AGH sedang melakukan perawatan, Dandy diam – diam menjemput rekannya Shane.
“Ternyata sebelum mereka sampai ke mal, MDS dan S sudah mempunyai pembicaraan sendiri. Jadi S ini berkata ke MDS ‘wah parah sih, kalo gua jadi lo gua gak terima, pukulin aja, parah tuh,” tukas Ivana.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kasus”]
Setelah melakukan perawatan, Dandy, AGH dan Shane menuju ke kediaman D di kawasan Lebak Bulus, Jakarta tetapi yang bersangkutan tidak ada karena sedang berada di rumah R yakni di daerah Pesanggrahan. Ivana menyebut bahwa selama perjalanan menuju rumah R, tidak ada pembicaraan untuk melakukan penganiayaan.
“Dari mal menuju TKP tidak ada pembahasan apapun terkait rencana penganiayaan. Jadi yang AGH tau, AGH hanya mengembalikan kartu pelajarnya, serta MDS ingin bicara baik – baik dengan D”
Sesampainya di rumah R, Ivana mengatakan jika AGH sempat mengingatkan Dandy untuk menyelesaikan masalah dengan baik – baik. Ivana juga menjelaskan bagaimana Dandy mengirimkan pesan suara kepada D melalui ponsel AGH, yang meminta D untuk keluar dari rumah.
“Awalnya memang dilakukan baik – baik, namun ada beberapa VN (Voice Note) yang akhirnya intonasi dari MDS ini semakin meninggi. Contohnya seperti kata – kata ‘lo yang turun atau gue yang naik’,” tutur Ivana.
Selanjutnya, D memutuskan untuk keluar dan kartu pelajar miliknya dikembalikan oleh AGH. Akan tetapi Dandy tiba – tiba mengisyaratkan AGH untuk pergi dengan dalih ia ingin berbicara dengan D.
“AGH pun mengambil minum di mobil, setelah ia balik D ini sudah dalam keadaan push up,” kata Ivana.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kasus”]
Di waktu yang sama, sempat ada satpam yang sedang berpatroli menghampiri mereka, namun mereka menjawab bahwa mereka hanya sedang melakukan COD.
Setelah satpam pergi, Ivana mengatakan Dandy meminta Shane untuk merekam David yang masih dalam posisi push up menggunakan ponsel Dandy. Pada saat itulah penganiayaan terhadap D terjadi.
Ivana menegaskan adiknya dalam keadaan shock. Ponsel yang tadinya digunakan oleh Shane untuk merekam aksi Dandy lantas berpindah ke AGH.
“Kemudian di akhir video, S mengoper ponsel ke AGH karena S ingin menghampiri korban,”
Ivana menyebutkan adiknya dalam kondisi sangat terkejut hingga ia reflek menerima ponsel tersebut sembari memalingkan wajah dan rekaman terus berjalan. Ivana juga menyinggung hal yang banyak dibicarakan oleh warganet, mengenai suara tertawa yang terekam pada video.
Ivana menerangkan bahwa sebenarnya tidak ada yang tertawa dalam video tersebut. “AGH disitu sama sekali tidak tertawa dan tidak menunjukkan ekspresi senang. Sebaliknya ia malah takut sehingga refleknya mengalihkan pandangan saat itu,”
Ivana baru tersadar dari shocknya ketika ibu dari R berteriak, membuat AGH tersentak dan segera mematikan rekaman video.
Tidak hanya itu, Ivana juga menepis isu yang beredar bahwa AGH melakukan swasoto bersama D yang terkapar.
“Itu tidak benar, dan ini pun disaksikan langsung oleh ibu dari R yang melihat AGH saat itu menopang kepala D di pangkuannya dan tangan kirinya memegang tangan D,”
[berita-terkait number=”2″ tag=”viral”]
Pada saat itu pula AGH membisikkan kepada D untuk tenang dan mengatur nafas. Sehingga Ivana kembali menggaris bawahi jika isu – isu selfie yang beredar tidak benar.
Kemudian tidak lama setelah itu, empat menghampiri lokasi kejadian dan menginterogasi Dandy serta Shane, sedangkan AGH diminta untuk masuk ke dalam mobil. Tak butuh waktu lama setelah interogasi antara satpam dengan Dandy dan Shane, polisi datang lalu membawa keduanya ke polsek.
Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton oleh 435 ribu orang dengan hampir 9 juta komentar yang berisi pro dan kontra masyarakat. (mnd/ian)






