Blitar (beritajatim.com) – Polres Blitar Kota memeriksa HP korban meninggal lacak bos atau pemasok bahan baku petasan. Ledakan bahan petasan terjadi di Dusun Tegalrejo Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok beberapa hari lalu.
Ada dua HP yang diperiksa, salah satunya milik almarhum Aripin yang tewas akibat ledakan bahan petasan. Kuat dugaan ada bos dan suplaiyer bahan petasan memasok ke Widodo dan Aripin.
“Iya memang ada pemeriksaan HP, pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan dari mana asal bahan petasan tersebut didapat, apakah ada bos dan suplaiyernya dari mana,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Argo Wiyono, Kamis (02/02/23).
Selain memeriksa sejumlah telepon genggam, polisi juga telah meminta keterangan dari 14 orang saksi. 14 orang saksi tersebut mulai dari istri Almarhum Aripin yang meninggal dunia akibat ledakan petasan hingga tetangga sekitar.
Polres Blitar Kota juga telah menaikkan status kasus ledakan petasan ini ke tahap penyidikan. Hal ini dikarenakan unsur tidak pidana dalam kasus ledakan petasan tersebut telah mencukupi.
Baca Juga: Arwah Korban Ledakan Petasan Blitar Minta Potongan Tubuh Disatukan
Dengan peningkatan tahapan kasus tersebut maka secara otomatis akan akan tersangka dalam kasus tersebut. Meski hingga kini pihak kepolisian belum bisa menentukan siapa tersangka dalam kasus tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.
“Ada 14 saksi yang telah kami periksa, mulai dari keluarga hingga tetangga semua dilakukan untuk mengungkap siapa pemasok dan bos bahan petasan tersebut,” jelasnya.
Setelah tahapan pemeriksaan saksi dan pemeriksaan telepon genggam milik korban dan sejumlah saksi maka Polres Blitar kota akan menggelar gelar perkara. Meski demikian pihak Polres Blitar kota juga masih menunggu hasil Labfor dari Polda Jatim.
Pasalnya beberapa hari lalu Polres Blitar kota masih menemukan tiga kantong sisa bubuk miss you serta bahan petasan lainnya di TKP ledakan. Bahan tersebut dikirim Polres Blitar kota ke Polda Jatim untuk dilakukan uji laboratorium forensik.
“Setelah ini akan kita gelar kasus tersebut Tapi masih menunggu untuk hasil labfor dari Polda Jatim kecepatan kita Untuk menentukan siapa tersangka juga tergantung dari hasil Labfor Polda Jatim,” tegasnya.
Baca Juga: Arwah Korban Ledakan Petasan Blitar Datangi Warga
Sementara itu informasi yang berkembang di masyarakat bahwa rumah Darman hanyalah digunakan sebagai tempat penitipan bahan petasan. Tri Wahyudi tetangga korban menyebutkan kemungkinan besar rumah Darman hanya dititipi bahan petasan.
Tri Wahyudi juga menceritakan bahwa selama ini korban meninggal atas nama Aripin menggunakan satu HP dengan istrinya. Tapi tersebut pun juga telah diperiksa oleh pihak kepolisian untuk mencari tahu siapa bos dan pemasok bahan petasan yang menewaskan 4 orang tersebut.
“Kalau menurut saya itu bahan-bahannya cuma titipan tapi nggak tahu ya Mas dari mana Yang jelas kemungkinan besarnya seperti itu,” kata Tri Wahyudi.
Namun keterangan bahwa rumah Darman hanya digunakan sebagai tempat penitipan bahan petasan dibantah oleh pihak Kepolisian. Polres Blitar kota belum bisa memastikan apakah rumah Darman hanya digunakan sebagai tempat penitipan bahan petasan oleh seseorang atau di situlah tempat racikan bahan petasan.
Polres Blitar kota Masih berpatokan pada hasil olah TKP awal yang menyebutkan bahwa di rumah Darman terdapat kegiatan peracikan bahan petasan. [owi/beq]






