Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan warga terdampak tanah gerak di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Ponorogo, sudah tiga hari berada di tempat pengungsian. Tempat pengungsian untuk warga terdampak tanah gerak ini, berada di 2 ruang taman kanak-kanak (TK) desa setempat.
Pantauan beritajatim di lokasi pengungsian, hanya terdapat beberapa ibu-ibu dan lansia serta anak-anaknya. Pengungsi yang laki-laki sedang kembali ke rumah mereka untuk mengevakuasi barang atau perabotan rumah.
Salah satu pengungsi bernama Sumita (33) mengaku sedih, sebab tempat tinggalnya selama ini sudah tidak bisa ditempati. Dia akhirnya memutuskan bertahan di pengungsian, karena mau tinggal di rumah saudara juga tidak punya.
Dia tidak mungkin kembali ke rumahnya yang sudah rusak akibat terdampak tanah gerak yang melanda lingkungannya sejak tanggal 14 Februari 2023 lalu. Sumita menceritakan awalnya retakan tidak terlalu lebar. Namun, semakin hari retakan tanah semakin parah, hingga rumahnya rusak. Bahkan banyak rumah warga lainnya yang nyaris roboh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tanah-gerak”]
“Perasaannya ya sedih, soalnya tempat tinggal sudah tidak bisa ditempati. Mau numpang ke rumah saudara yang tidak terdampak juga tidak ada,” ungkap Sumita saat ditemui beritajatim di lokasi pengungsian, Rabu (01/03/2023).
Selain dengan suami, Sumita bertahan di tempat pengungsian dengan 2 anaknya yang berumur 7 tahun dan 9 bulan. Dia mengaku keadaan dirinya dan anak-anaknya dalam kondisi baik. Petugas kesehatan pun sudah memeriksa keadaan dirinya dan anak-anaknya tersebut. “Alhamdulillah keadaan kita baik. Penanganan kesehatan juga baik. Makanan disediakan. Baju bayi pun juga ada,” katanya.
Dia meminta kepada Pemerintah setempat untuk segera mencarikan tempat relokasi bagi warga yang terdampak tanah gerak. Sumita menginginkan lokasinya nanti, kalau bisa masih berada si Desa Tumpuk. Namun, tempatnya aman dari tanah gerak. Tetapi kalau terpaksa tidak ada tempat di desanya, Ia mengaku menurut saja tempat relokasinya dimana. Soalnya, dirinya dan keluarga juga tidak tahu setelah rumah rusak harus tinggal dimana. Sebab dirinya juga tidak mempunyai lahan lainnya.
“Mintanya ya segera direlokasi, ditangani dan dicarikan tempat yang nyaman. Kalau tidak ada relokasi di Desa Tumpuk, ya nurut saja sama Pemerintah, asal dikasih tempat. Bingung ini nantinya akan tinggal dimana,” pungkasnya. (end/kun)






